Categories: Ekonomi Bisnis

Prospek Ekonomi Digital Indonesia CerahÂ

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Ekonomi digital terus berakselerasi. Jumlah penggunanya terus bertambah. Demikian juga nilai transaksinya. Pandemi Covid-19 ikut menjadi katalisator karena teknologi menawarkan kemudahan saat mobilitas masyarakat dibatasi. Asia Tenggara digadang-gadang sebagai lokasi ideal tumbuh suburnya ekonomi digital tahun ini.

Laporan e-Conomy SEA yang dirilis Google, Temasek, dan Bain & Company  menunjukkan bahwa jumlah start-up unicorn di Asia Tenggara menjadi 12. Tahun lalu jumlahnya 11. Dalam laporan itu juga disebutkan, ekonomi digital Indonesia tumbuh 11 persen di tengah pandemi. Pertumbuhan tersebut didorong naiknya pengguna dan nilai transaksi digital, yakni 37 persen.

Tak ingin ketinggalan momentum itu, Indonesia pun mendorong pertumbuhan start-up baru. Mereka diyakini mampu mengerek industri lain di berbagai sektor. Khususnya sektor industri kecil menengah (IKM). 

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, mengedukasi para pelaku IKM tentang teknologi yang adaptable adalah tantangan bagi start-up Indonesia. "Hal ini harus diwujudkan bersama. Sebab, ada 4,2 juta IKM Indonesia yang perlu didorong untuk berevolusi menuju digitalisasi," ujarnya, Senin (21/12).

Karena itulah, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) meluncurkan program Startup4industry. Program itu adalah stimulan untuk melahirkan ekosistem solusi teknologi yang menjembatani kebutuhan industri dan masyarakat dengan tech provider Indonesia. "Ini akan menjadi pembuktian bagi para start-up terpilih untuk berkarya dan berdampak lebih luas lagi," terang Agus.

Ketua Umum Asosiasi E-commerce Indonesia (idEA) Bima Laga mengatakan bahwa usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sedang bergerak ke arah digital. Menurut dia, 92 persen UMKM telah melakukan transformasi digital. Mereka juga mengakui bahwa start-up, khususnya e-commerce, membantu mereka mengatasi tantangan selama pandemi ini. 

Sebanyak 94 persen UMKM melihat adanya peningkatan penjualan. Itu disebabkan mereka berpartisipasi dalam promo-promo yang diadakan e-commerce. "Dengan arah kebijakan dan pelaksanaan yang tepat, e-commerce memegang peran penting dalam mendorong pelaku UMKM untuk berkembang bersama. Menurut kami, e-commerce dan pelaku UMKM merupakan satu kesatuan yang sulit dipisahkan," ujar Bima.(agf/c6/hep/jpg)

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

6 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

7 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

7 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

7 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

7 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

8 jam ago