harga-tbs-kelapa-sawit-kembali-naik-pekan-ini
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 21-27 April 2021 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur. Kenaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10-20 tahun sebesar Rp12.56/Kg dari harga minggu lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode satu minggu ke depan naik menjadi Rp2.370,57/Kg.
Kepala Dinas Perkebunan Riau, Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan dan penurunan harga jual CPO dan kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.
"Untuk harga jual CPO, PT PTPN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp108,75/Kg, PT Sinar Mas Group mengalami penurunan harga sebesar Rp7,45/Kg, PT Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp179,65/Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami kenaikkan harga sebesar Rp113,00/Kg dari harga minggu lalu," katanya.
Sedangkan untuk harga jual Kernel, PT Asian Agri Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp101,00/Kg, PT Citra Riau Sarana mengalami penurunan harga sebesar Rp41,64/Kg dari harga minggu lalu.
"Sementara dari faktor eksternal, naiknya harga TBS minggu ini karena harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) naik di pekan ini, bahkan diramal masih akan tetap tinggi hingga Juni nanti," jelasnya.
Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)
Editor: E Sulaiman
Pemko Pekanbaru mendorong percepatan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V untuk memperkuat konektivitas serta membuka…
Bendera Merah Putih sepanjang 2 kilometer dibentangkan di Tepian Narosa Teluk Kuantan untuk menyemarakkan Pacu…
Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…
SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…
Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…
DPR RI meminta Agrinas selektif memilih mitra KSO agar konflik perkebunan tak berulang dan masyarakat…