Categories: Ekonomi Bisnis

Jangan Keliru, Ini Cara Membedakan Oli Palsu dan Asli

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Salah satu komponen penting untuk kendaraan adalah pelumas, atau oli. Dalam memilih oli pastinya harus sesuai dengan karakter mesin mobil yang Anda miliki dan yang paling penting pilih produk pelumas yang asli.

Pasalnya masih banyak beredar oli palsu di Indonesia yang akan menyebabkan mesin kendaraan akan “rontok”. Bahkan terkait peredaran oli palsu Tim Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Direskimsus) Polda Kalimantan Selatan bersama Satreskrim Polresta Tangerang berhasil membokar sindikat oli palsu.

Penggerebekan gudang oli palsu yang berlokasi di Jalan Raya Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang beberapa pekan lalu (8/12) mendapati 32.844 botol oli palsu. Pastinya banyak kekhawatiran apakah kendaraan Anda secara tidak sengaja menggunakan oli palsu karena ketidak tahuan.

Dalam membedakan oli palsu atau asli memang cukup sulit bila diperhatikan secara kasat mata. Efeknya bisa dirasakan beberapa hari kemudian akan timbul keanehan setelah menggunakan oli palsu. Biasanya suara mesin menjadi kasar, tarikan kendaraan juga lebih berat saat di gas.

Sebagai informasi oli palsu tidak memiliki zat aditif khusus dan murni seperti pada oli asli yang intinya untuk memproteksi material komponen mesin saat terjadi gesekan saat mesin dioperasikan.

Penggunaan oli palsu akan mengakibatkan rusaknya mesin kendaraan terutama pada piston, rocker arm dan camshaft akan cepat rusak.

Sebenarnya ada beberapa langkah yang bisa dilakukan agar Anda tidak tertipu dengan oli palsu. Pertama, Anda harus memeriksa nomor produksinya, pada umumnya, produsen oli menyertakan nomor identifikasi di dua tempat berbeda. Yaitu ada pada tutup botol dan kemasan dan biasanya rapi dan sejajar.

Dua nomor kode produksi, yakni di tutup botol yang disegel dengan yang di botolnya itu sama. Jadi kalau ada perbedaan angka antara yang ditutup dan di botol, wajib Anda curiga dan itu bisa diduga oli palsu.

Langkah kedua, label oli palsu umumnya jelek karena berkualitas rendah dan umumnya dari bahan stiker bontax standar. Bila dibanding label oli asli terlihat jauh perbedaannya, bahkan botol kemasannya terlihat tidak halus dan kusam.

Langkah ketiga, saat tutup dibuka dan cairan oli terlihat, warnanya keruh dan berbau menyengat. Hal ini dikarenakan oli palsu terbuat dari campuran-campuran bahan yang tidak seperti bahan oli asli. Ini menyebabkan saat ditutup rapat dan seiring dengan waktu reakasi kimia zat-zat itu menghasilkan warna keruh dan berbau menyengat.

Beberapa langkah tersebut bisa Anda praktekkan saat Anda membeli pelumas, sangat disarankan sebaiknya membeli atau melakukan penggantian di bengkel resmi. Semoga bermanfaat.

 

Sumber: Jawapos.com

Editor: E Sulaiman

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Tiga PKS di Rohul Masih Beli TBS Sawit di Bawah Harga Provinsi, Petani Diminta Lebih Selektif

Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…

14 jam ago

Pelabuhan Penumpang Dumai Resmi Jadi Kawasan Non Tunai, Pembayaran ke Malaysia Kini Bisa Pakai QRIS

Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…

15 jam ago

Sempat Disembunyikan, Toyota Land Cruiser Bupati Kuansing Akhirnya Tiba di Rupbasan KPK

Toyota Land Cruiser 300 GR-S yang diduga terkait kasus suap Bupati Kuansing tiba di Rupbasan…

15 jam ago

Kasus Dugaan Pimpinan Ponpes dan Santri di Kuansing Berakhir Damai, Polisi Tetap Lakukan Pendalaman

Kasus dugaan pimpinan ponpes menjalin hubungan dengan santri hingga memiliki anak menghebohkan Kuansing. Polisi menyebut…

15 jam ago

Diduga Sopir Microsleep, Bus Tabrak Truk di Tol Pekanbaru-Dumai, 2 Tewas

Diduga akibat microsleep, Bus Pelangi menabrak truk tronton di Tol Pekanbaru-Dumai. Dua penumpang tewas, 16…

2 hari ago

KM Gading 2 Tenggelam di Perairan Tanjung Buton, 3 Tewas dan 1 Masih Hilang

Tiga orang meninggal dunia, satu hilang, dan tiga selamat setelah KM Gading 2 tenggelam di…

2 hari ago