Categories: Ekonomi Bisnis

Penjualan Properti Sumbang Kenaikan Kredit Macet Bank BTN

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Non-Performing Loan (NPL) atau kredit macet milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) naik sebesar 4,78 persen pada tahun 2019. Pada 2018, kredit macet berada di angka 2,8 persen.

Direktur Utama Bank BTN Pahala N Mansury menyebutkan bahwa naiknya jumlah tersebut di karenakan adanya perlambatan penjualan properti dalam bentuk apartemen. Akibatnya, hal itu pun berimbas pada bertambahnya kredit macet.

"NPL-nya ini (yang meningkat) adalah segmen kredit konstruksi kepada komersial mencapai 18 persen. Segmen high-rise memang ada indikasi peningkatan NPL lebih tinggi dari sektor lain," katanya, Senin (17/2).

Dalam mengurangi risiko kredit macet, pihaknya akan melakukan perbaikan pada sektor penyaluran kredit yang baru, khususnya segmen komersial dan konsumer. Pengoptimalan dilakukan dengan penerapan regional loan processing center (RPC). Nantinya, dengan RPC debitur dapat mengajukan kredit dari mana saja dan mempercepat proses penyaluran kredit.

"Penerapan RPC ini kami lakukan tahun 2019 dan setelah penerapannya, kita punya kualitas kredit yang lebih baik. Baik independensinya sampai risk management-nya juga lebih baik," tambahnya.

Selain itu, pihaknya juga akan meminimalisir adanya kredit macet dengan mengendalikan kredit pada segmen komersial dan konsumer. "Ada pengetatan monitoring yang kita lakukan ke mereka (debitur), meminta kreditur baik konsumer maupun komersial, konstruksi khususnya, supaya transaksi menggunakan BTN," katanya.

Pahala juga mengatakan akan melakukan lelang aset, yakni menawarkan aset kepada para investor agar tidak menjadi NPL.

"Untuk mengendalikan NPL, kita bisa lakukan secara agresif bagaimana kita beraliansi dengan pihak lain, bagi hasil, dlsb, untuk meningkatkan bagaimana mengoptimalkan penerimaan yang berasal dari penyelesaian aset kredit kita," tutupnya.

Sumber: Jawapos.com
Editor: Rinaldi

 

Edwar Yaman

Share
Published by
Edwar Yaman

Recent Posts

Mulai Oktober 2026, BI Bebaskan MDR QRIS 0 Persen untuk Semua Pedagang

BI memperluas MDR QRIS 0 persen mulai 1 Oktober 2026. Merchant kecil hingga besar bebas…

17 jam ago

Pemko Pekanbaru Kejar Proyek Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V, Ini Alasannya

Pemko Pekanbaru mendorong percepatan Jalan Lingkar dan Jembatan Siak V untuk memperkuat konektivitas serta membuka…

19 jam ago

Bendera Merah Putih 2 Kilometer Membentang di Arena Pacu Jalur Teluk Kuantan

Bendera Merah Putih sepanjang 2 kilometer dibentangkan di Tepian Narosa Teluk Kuantan untuk menyemarakkan Pacu…

19 jam ago

19 Pesepeda Rumbai Gowes Club Siap Taklukkan Riau Pos Gowes Merdeka 2026

Rumbai Gowes Club membawa 19 peserta dalam Riau Pos Gowes Merdeka 2026 pada 30 Agustus.…

21 jam ago

IPDN Buka Seleksi Calon Praja 2026, Anak Meranti Diminta Siapkan Dokumen dari Sekarang

SPCP IPDN 2026 dibuka 18-30 Agustus. Putra-putri Meranti bisa mendaftar dengan memenuhi syarat usia, pendidikan,…

21 jam ago

10.987 Napi di Riau Dapat Remisi Kemerdekaan, 185 Langsung Bebas

Sebanyak 10.987 napi di Riau mendapat remisi Kemerdekaan. Dari jumlah itu, 185 napi menerima Remisi…

22 jam ago