Categories: Ekonomi Bisnis

Pengusaha Travel Perlu Dukungan Konkret

JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Pariwisata menjadi sektor yang paling terdampak wabah corona. Agar virus tidak menyebar luas, pemerintah memberlakukan kebijakan karantina. Itu membuat mobilitas warga berkurang drastis. Jangankan untuk berwisata, perjalanan dinas pun dibatasi. Para pengusaha biro perjalanan wisata atau travel agent mengeluh.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) Pauline Suharno melaporkan, penurunan calon wisatawan sudah mencapai 80-90 persen. Bukan hanya turis mancanegara, tapi juga domestik. "Minat bepergian menurun ditambah dengan peraturan dari beberapa perusahaan atau sekolah yang melarang staf atau muridnya masuk kembali setelah pulang bepergian," ujar Pauline, Kamis (11/3).

Selain turunnya penjualan, wabah corona membuat sekitar 95 persen calon penumpang membatalkan tiket perjalanan mereka. "Ticketing, outbound, inbound, pilgrimage. Sekarang semua terkena imbasnya," beber Pauline.

Kondisi itu, menurut dia, menekan cash flow perusahaan-perusahaan travel. Dia tidak membantah kabar yang menyebutkan bahwa beberapa anggota Astindo melakukan efisiensi. Mulai mengurangi durasi operasional menjadi lima hari kerja, mengurangi jam kerja, dan memberlakukan unpaid leave terhadap karyawan, termasuk, sopir dan kurir. "Sebab, fixed cost jalan terus. Biaya gaji, pajak, dan lain-lain kan harus tetap dibayar," tambah Pauline.

Dia berharap, kondisi itu tidak berlarut-larut.  Astindo berharap pemerintah benar-benar serius mengatasi wabah corona. Dengan demikian, citra Indonesia di mata masyarakat global kembali baik dan arus kunjungan kembali normal. Kemarin, Astindo juga meminta pemerintah lebih memperhatikan para pengusaha travel agar bisa survive. "Insentif pemerintah itu rata-rata untuk marketing," kritik Pauline.

Pemerintah Singapura, Malaysia, dan Hongkong mulai memberikan potongan pajak berupa income tax, property tax, penurunan bunga kredit bank, penurunan tarif dasar listrik, kemudahan pinjaman modal, dan potongan biaya sewa kantor. "Langkah konkret ini yang kami butuhkan untuk memperpanjang napas anggota," harap Pauline.

Senada dengan Astindo, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) mengaku memerlukan bantuan pemerintah. Kemarin Wakil Ketua Umum Asita Budijanto Ardiansjah mengimbau pemerintah transparan dan sigap dalam menangani wabah corona. "Yang paling diperlukan saat ini adalah mengembalikan confident masyarakat untuk traveling," ujarnya.

Insentif-insentif langsung pada perusahaan travel seperti yang disebut Pauline turut diamini Budijanto. Menurut dia, saat ini perusahaan travel yang beruntung masih bisa menjaga operasional seperti biasa hanyalah perusahaan yang memiliki modal kuat. "Kalau bicara efisiensi, bahkan travel yang sudah besar pun, sekarang terpaksa efisiensi," bebernya. (agf/c25/hep/das)

Laporan JPG

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Dosen Unilak Bekali Siswa SMKN 1 Kandis Jurus Branding Digital dan Hitung Harga Jual

Dosen Unilak membekali siswa SMKN 1 Kandis dengan kemampuan digital branding dan menghitung HPP untuk…

20 jam ago

Air Sungai Singingi Kembali Keruh, PETI Diduga Jadi Penyebab

Air Sungai Singingi kembali keruh setelah PETI diduga beraksi. Warga meminta aparat meningkatkan razia demi…

20 jam ago

Tempuh 192 Km Selama 22 Jam, Goweser Paliko Siap Meriahkan Gowes Merdeka 2026

Tempuh 192 km selama 22 jam, tiga Goweser Paliko dari Payakumbuh dan Limapuluh Kota hadir…

20 jam ago

Gowes Merdeka 2026 Dimulai, 1.500 Peserta Taklukkan Rute 17 Km di Pekanbaru

Sebanyak 1.500 peserta meramaikan Gowes Merdeka 2026 di Pekanbaru dengan menempuh rute 17 kilometer hingga…

21 jam ago

Kasus Suap Jabatan Kuansing Naik ke Penuntutan, Dua Tersangka Segera Disidang

KPK menyerahkan Zulkarnain dan Ardiles ke jaksa dalam kasus suap jabatan Kuansing. Penyidikan masih dikembangkan…

3 hari ago

Dihadiri 5.133 Mahasiswa Baru, PBAK UIN Suska Riau Tekankan Kepemimpinan Muda

Sebanyak 5.133 mahasiswa baru UIN Suska Riau mengikuti PBAK 2026 dengan pembekalan kepemimpinan, karakter, integritas…

3 hari ago