Categories: Ekonomi Bisnis

Cadangan Devisa per Oktober Naik Rp 33,6 Triliun

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Sempat turun tipis pada September, posisi cadangan devisa (cadev) Indonesia pada akhir Oktober tercatat meningkat menjadi sebesar USD 126,7 miliar atau sekitar Rp 1.778 triliun (kurs 14.040). Dibanding bulan sebelumnya, terjadi kenaikan USD 2,4 miliar atau sekitar Rp 33,6 triliun.

Direktur Eksekutif- Kepala Departmen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko menuturkan, posisi cadev tersebut setara dengan pembiayaan 7,4 bulan impor atau 7,1 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Selain itu, jumlah cadev tersebur juga berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan,” papar Onny di Jakarta, Kamis (7/11).

Onny menguraikan, ada tiga faktor yang memicu peningkatan cadev pada Oktober 2019. Di antaranya, adanya penerbitan global bond pemerintah, penerimaan devisa migas, dan penerimaan valas lainnya.

Pihaknya pun optimistis, besaran cadev ke depan akan tetap memadai. “Karena didukung stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik,” urainya.

Peneliti Ekonomi Senior Institut Kajian Strategis Universitas Kebangsaan RI Eric Alexander Sugandi menyatakan penerbitan global bond oleh pemerintah, jumlahnya cukup besar sehingga mampu mendongkrak cadev. Penerbitan bond berdenominasi USD itu mencapai USD 1 miliar, selain itu pemerintah juga menerbitkan Euro Bond sebesar EUR 1 miliar.

“Di samping itu, inflows ke bursa saham dan pasar bond sekunder bulan lalu juga cukup besar. Inflows ini juga dipengaruhi relatif stabilnya kondisi politik menjelang dan sesudah pelantikan presiden dan kabinetnya,” paparnya saat dihubungi, Kamis.

Eric melanjutkan, di sisi lain kondisi Rupiah juga cukup stabil, bahkan sempat menguat bulan lalu. “Sehingga intervensi jual USD di pasar valas oleh BI juga relatif terbatas,” lanjutnya.

Sampai akhir tahun, Eric memperkirakan cadev masih bisa mengalami penguatan walau tipis. Namun, dengan catatan jika tidak ada goncangan dari faktor eksternal yang menekan rupiah secara signifikan.

“Mungkin cadev bisa di kisaran USD 128-130 miliar sampai akhir tahun jika tidak ada tekanan eksternal,” imbuhnya.

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

187 Jemaah Kuansing Siap ke Tanah Suci, Ini Lokasi Hotel Dekat Masjid Nabawi

Sebanyak 187 JCH Kuansing berangkat 30 April 2026. Hotel di Madinah hanya 30 meter dari…

6 jam ago

Dari Demo ke Penggerebekan, Dugaan Peredaran Narkoba di Panipahan Terkuak

Aksi warga di Panipahan berujung perusakan rumah dan temuan diduga sabu. Polisi selidiki kasus, Polda…

7 jam ago

Tergerus Pasang Surut, Jalan di Inhil Ambruk dan Tak Bisa Dilalui

Jalan Kampung Baru di Inhil amblas akibat gerusan air pasang surut. Akses warga terputus, BPBD…

8 jam ago

Komisaris hingga Direktur SPBU Diciduk, Skandal Solar Subsidi Terbongkar

Polisi tangkap komisaris dan direktur SPBU terkait penyelewengan solar subsidi di Pelalawan. Modus gunakan tangki…

8 jam ago

25 Kios Batu Akik Pasar Palapa Dibongkar, Area Disulap Jadi Taman dan Parkir

Pemko Pekanbaru bongkar 25 kios batu akik di Pasar Palapa. Area akan ditata jadi taman…

8 jam ago

KPK Tahan Ajudan Gubernur Riau Nonaktif, Marjani Bantah Terlibat

KPK resmi menahan Marjani, ajudan Gubernur Riau nonaktif. Ia membantah terlibat dan mengaku namanya hanya…

12 jam ago