Categories: Ekonomi Bisnis

BTN Tambah Satu Posisi Direksi Baru

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) melakukan perubahan susunan komisaris dan penambahan satu posisi direksi baru. Perubahan itu sejalan dengan kekosongan posisi serta akselerasi bisnis bank di 2024. Terutama segmen usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) dan pemenuhan dana murah perbankan.

Rabu (6/3) dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), Bank BTN mengangkat Adi Sulistyowati sebagai komisaris independen menggantikan almarhum Ahdi Jumhari Luddin yang wafat pada 12 Agustus 2023. Selain itu, memberhentikan M. Yusuf Permana sebagai komisaris. Posisinya digantikan Bambang Widjanarko yang saat ini juga menjabat deputi komisioner pengawas bank pemerintah dan syariah Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Forum juga menyetujui penambahan satu posisi direksi baru. Yakni, mengangkat Muhammad Iqbal sebagai direktur SME and retail funding. Direktur Utama Bank BTN Nixon L.P. Napitupulu menjelaskan, penambahan posisi direksi baru bertujuan agar perseroan tumbuh lebih kuat di sektor selain kredit pemilikan rumah (KPR). Yakni, UMKM dan struktur pendanaan, terutama di retail funding.

Menurut dia, segmen UMKM cocok dengan bisnis turunan perumahan dan karakter nasabah. Yaitu, kelompok masyarakat berpendapatan rendah (MBR). Sehingga dapat mengakselerasi penyaluran program kredit usaha rakyat (KUR) mandat dari pemerintah.

’’Karena kita ingin KUR tumbuh lebih cepat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya,” ucap Nixon dalam paparan rapat umum pemegang saham tahunan di Menara BTN, Rabu (6/3).

Dia juga mengakui bahwa dana murah BTN tergolong kecil. Oleh karena itu, perseroan ingin memperkuat dana pihak ketiga (DPK) ritel. ’’Sampai saat ini memang (DPK ritel) dibanding dana institusi tumbuhnya masih lebih pelan. Walaupun tabungannya masih tumbuh 6 persen. Artinya, kami ingin tumbuh lebih cepat lagi dari kondisi saat ini,” bebernya.

BTN juga berencana membentuk satu direktorat baru lagi. Yaitu, direktorat digital sales untuk menggenjot bisnis digital sales application. Terutama mobile apps, cash management, serta electronic data capture (EDC). Sehingga, perseroan mampu mendorong bisnis retail funding dan current account savings account (CASA) ke depan. (han/dio/jpg)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Ratusan Dapur Beroperasi, Program MBG Jangkau 1,5 Juta Warga Riau

Program MBG di Riau telah menjangkau 1,5 juta warga. Selain meningkatkan gizi, program ini juga…

26 menit ago

Pemilihan RT/RW di Pekanbaru Hampir Tuntas, Pelantikan Segera Digelar

Pemilihan RT/RW di Pekanbaru hampir selesai. Pemko siapkan pelantikan serentak usai masa sanggah untuk menjamin…

35 menit ago

Dentuman DJ Ganggu Warga, Pedagang Kuliner Malam Ditegur

Satpol PP Pekanbaru menegur pedagang kuliner malam yang memutar musik DJ karena dinilai mengganggu kenyamanan…

52 menit ago

Modus Masukkan Kerja, Pria di Mandau Tipu Korban Hingga Jutaan Rupiah

Warga Duri tertipu Rp7 juta dengan modus janji kerja. Pelaku berhasil ditangkap polisi setelah korban…

22 jam ago

AFF U-17 2026, Kurniawan Tanamkan Mental Juara ke Garuda Muda

Pelatih Timnas U-17 Kurniawan targetkan juara AFF 2026. Tekankan mental juara sebagai persiapan menuju Piala…

22 jam ago

45 Ribu Hektare Mangrove Hilang, Pesisir Inhil Kian Rentan

Mangrove di Inhil menyusut drastis, picu abrasi dan banjir. Warga mulai menanam kembali demi menyelamatkan…

22 jam ago