Rapat Koordinasi Lanjutan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang berlangsung pada Rabu, 03/12/25 di Menara Dang Merdu BRK Syariah.
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri Syariah (Perseroda) menegaskan komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan bebas korupsi melalui pelaksanaan Rapat Koordinasi Lanjutan bersama Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (3/12) di Menara Dang Merdu BRK Syariah.
Rakor ini merupakan lanjutan dari pertemuan sebelumnya di Batam pada 15 Oktober 2025, sekaligus bagian dari pelaksanaan tugas koordinasi dan supervisi KPK dalam mendorong terciptanya tata kelola BUMD yang baik dan berintegritas.
Hadir pada kegiatan ini perwakilan dari Direktorat Koordinasi dan Supervisi Wilayah I KPK, yaitu Kasatgas Bidang Penindakan 1.4 Salemuddin Thalib dan Kasatgas Bidang Penindakan 1.3 Mochamad Wiraksajaya beserta jajaran.
Mereka disambut langsung Plt Direktur Utama BRK Syariah Helwin Yunus, Direktur Kepatuhan dan Manajemen Risiko Fajar Restu Febriansyah, serta Ketua Dewan Pengawas Syariah Zulhendri Rais.
Dalam sambutannya, Helwin Yunus menegaskan bahwa BRK Syariah sangat terbuka untuk bekerja sama dengan KPK, terutama dalam memperkuat langkah pencegahan korupsi di lingkungan perusahaan.
Ia menyebutkan bahwa integritas dan kepatuhan menjadi bagian penting dari seluruh aktivitas bisnis BRK Syariah.
“Kehadiran KPK menjadi dukungan strategis agar penguatan tata kelola dapat berjalan secara sistemik, terukur, dan berkelanjutan. Kami berkomitmen menghadirkan layanan keuangan syariah yang bersih dan profesional bagi masyarakat,” ujar Helwin.
Kasatgas Penindakan KPK Salemuddin Thalib turut memberikan apresiasi terhadap upaya BRK Syariah dalam memperbaiki dan memperkuat tata kelola perusahaan.
Ia berharap langkah ini memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas layanan keuangan daerah.
“Melalui kegiatan ini kita berharap ke depan insyaAllah BRK Syariah bisa memberikan yang lebih baik untuk masyarakat di Provinsi Riau,” ujarnya.
Dengan terlaksananya rakor tersebut, BRK Syariah berharap dapat terus memperkuat integritas tata kelola syariah serta menjadi contoh bagi BUMD di Indonesia dalam menerapkan prinsip transparansi dan akuntabilitas.(rls/rio)
Wakil Rektor Akademik Unri, Dr Mexsasai Indra resmi maju sebagai bakal calon Rektor Unri periode…
Penampilan tim dance SMKN 1 dan SMAN 1 Rengat sukses memeriahkan suasana Riau Pos-HSBL dan…
Polres Pelalawan menggagalkan pengiriman 7,5 ton bawang merah ilegal tanpa dokumen karantina di Teluk Meranti.
Dinas Pendidikan Bengkalis mencatat 3.011 anak putus sekolah hingga 2026. Faktor ekonomi keluarga menjadi penyebab…
Proyek drainase di Jalan Merpati, Binawidya, terhenti hampir tiga pekan dan menyebabkan air kotor menggenangi…
Pemko Pekanbaru mulai menata kabel telekomunikasi semrawut menuju sistem bawah tanah demi estetika dan kenyamanan…