Categories: Ekonomi Bisnis

Targetkan Pembiayaan UMKM hingga Rp280 T

JAKARTA (RIAUPOS.CO) – Hadirnya holding ultra mikro (UMi) diharapkan mampu mendorong penyaluran kredit kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk UMi. Sebab, tidak sedikit UMKM yang membutuhkan kredit modal kerja baru untuk menutup kewajiban kredit yang lama alias refinancing pada masa pandemi Covid-19.

Bank Indonesia (BI) memperkirakan baki debit kredit UMKM bertambah Rp280 triliun pada 2024. Kepala Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen BI Yunita Resmi Sari mengatakan, per Juni 2021, baki debit kredit UMKM sudah mencapai Rp1.107,6 triliun. Jumlah tersebut bertumbuh 2,1 persen year-on-year (YoY). Porsi itu mencapai 19,62 persen terhadap total kredit perbankan.

"Sinergi PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI), PT Pegadaian (Persero), dan PT Penanaman Modal Madani (PNM) akan meningkatkan sekitar 4 persen rasio kredit UMKM perbankan nasional," ungkapnya, Senin (2/8).

Melihat model bisnis tiga entitas itu, Yunita memperkirakan, pemberdayaan awal akan dilakukan PNM untuk membantu kelompok prasejahtera. Selanjutnya, diikuti Pegadaian dan BRI meningkatkan kapabilitas dan pengembangan usaha dengan layanan keuangan yang lebih luas.

BI telah mengategorikan empat jenis pelaku bisnis yang menjadi target pengembangan jangka menengah. Yakni, petani dan peternak dengan jumlah usaha 18 juta. Lalu, pedagang pasar basah sebanyak 11 juta usaha. Kemudian, pemilik toko dan perajin 12 juta. "Dan terakhir, pekerja lepas dengan jumlah 6 juta usaha," ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun menyebutkan, porsi pembiayaan UMKM saat ini masih kecil. Padahal, kenaikan kredit sangat penting untuk membangkitkan bisnis pedagang-pedagang kecil. Sebab, pada masa krisis saat ini, banyak UMKM yang membutuhkan kredit modal kerja baru untuk menutup kewajiban kredit yang lama. Apalagi, bunga pinjaman sedang turun.

"Artinya, perbankan perlu lebih agresif jemput bola ke debitur UMKM. Semakin cepat memberikan kredit, semakin cepat pula UMKM bangkit," ujar Ikhsan kepada Jawa Pos tadi malam.(han/c7/dio/jpg)

 

Rinaldi

Share
Published by
Rinaldi

Recent Posts

Proyek Tol Bukittinggi-Sicincin Masuk Tahap Awal, Pengadaan Lahan Mulai Dikaji

Pembangunan Tol Bukittinggi-Sicincin mulai memasuki tahap awal. Pengadaan lahan dan dampak proyek menjadi fokus pembahasan.

22 jam ago

Pesta Pembuka Piala Dunia 2026, El Tri! Meksiko Bekuk Afrika Selatan 2-0 di Stadion Azteca

Meksiko membuka Piala Dunia 2026 dengan kemenangan 2-0 atas Afrika Selatan dalam laga yang diwarnai…

23 jam ago

Pasokan BBM Terlambat Masuk, Antrean Kendaraan Mengular di Sejumlah SPBU Bengkalis

Keterlambatan pasokan BBM ke Pulau Bengkalis menyebabkan antrean panjang di SPBU. Warga juga mengeluhkan mahalnya…

2 hari ago

Bayi Gajah Sumatera Lahir di Tesso Nilo, Kondisinya Sehat dan Aktif Menyusu

Seekor bayi Gajah Sumatera betina lahir sehat di Taman Nasional Tesso Nilo. Kelahiran ini menambah…

2 hari ago

Belanja Pegawai Meranti Tembus Rp399 Miliar, Disebut Jadi Bom Waktu APBD

Belanja pegawai Kepulauan Meranti mencapai 34,37 persen dari APBD. Kondisi ini dinilai menjadi tantangan serius…

2 hari ago

Bupati Bengkalis Tegas: Jangan Ada Titipan dan Jual Beli Kursi Saat SPMB

Bupati Bengkalis Kasmarni menegaskan SPMB 2026/2027 harus bebas titipan, jual beli kursi, pungli, dan penyalahgunaan…

2 hari ago