hipmi-pemerintah-lamban-atasi-dampak-ekonomi-covid-19
JAKARTA (RIAUPOS.CO) — Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Eka Sastra mengatakan, Indonesia membutuhkan satu gugus untuk pemulihan ekonomi dari dampak wabah Covid-19. Hal tersebut berkaca dari negara-negara tetangga yang telah membuka pembatasan gerak perekonomiannya.
“Indonesia perlu satu gugus tugas pemulihan ekonomi. Kalau Malaysia sudah mulai membuka blokade ekonominya, negara-negara lain, seperti Thailand pun sekarang sudah membuka itu,” ujarnya dalam video conference, Sabtu (2/5).
Eka memandang, kebijakan pemerintah dalam menangani dampak virus Covid-19 sendiri perlu diapresiasi. Meskipun menurutnya, masih belum fokus. “Jujur, kebijakan-kebijakan ini berceceran ke mana-mana, di otoritas fiskal dan moneter,” ungkapnya.
Menurutnya, pemerintah dan seluruh pelaku ekonomi harus sudah mulai memikirkan langkah pemulihan dan menyusun ketahanan ekonomi dan bisnis setelah virus Covid-19 usai.
“Karena ke depan ketika virus corona menghilang mungkin ada permasalahan lain, sehingga dibutuhkan kebijakan ekonomi solid untuk ketangguhan ekonomi Indonesia,” jelasnya. Namun dia menambahkan, strategi pemulihan tersebut harus dimulai dari pemerintah melalui kebijakan strategis. Misalnya, dalam penyediaan kebutuhan domestik di bidang kesehatan.(jpg)
Aparat gabungan Polsek dan Koramil musnahkan 5 rakit PETI di Kuantan Hilir. Penertiban dilakukan untuk…
Jalan Pelita Pekanbaru tergenang meski tak hujan. Drainase tersumbat diduga jadi penyebab, warga minta solusi…
Warga Pekanbaru dapat reward usai laporkan sampah menumpuk. Pemko dorong partisipasi publik wujudkan kota bersih…
Pemkab Kuansing sebar PPPK ke desa untuk genjot PAD Rp255 miliar, sekaligus dorong pajak, ekonomi,…
Disdik Siak tingkatkan literasi guru lewat PKBI, dorong penguasaan bahasa Indonesia demi meningkatkan kualitas belajar…
Pemkab Rohul usulkan percepatan jadwal penerbangan JCH ke Batam demi efisiensi waktu dan kenyamanan jamaah…