Categories: Ekonomi Bisnis

Naik Tajam, Harga TBS Kelapa Sawit Riau Hampir Tembus Rp4 Ribu Per Kg

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Harga Tandan Buah Segar (TBS) kelapa sawit periode 2-8 Maret 2022 mengalami kenaikkan pada setiap kelompok umur. Kelapa sawit dengan jumlah kenaikkan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 – 20 tahun naik sebesar Rp250,78/Kg dari harga prkan lalu. Sehingga harga pembelian TBS petani untuk periode sepekan ke depan naik menjadi Rp 3.930,94/Kg.

Kepala dinas Perkebunan Riau Zulfadli mengatakan, kenaikkan harga TBS ini disebabkan oleh faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal naiknya harga TBS periode ini disebabkan oleh terjadinya kenaikkan harga jual CPO dan harga kernel dari beberapa perusahaan yang menjadi sumber data.

"Untuk harga jual CPO, PT. PN V mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 1.200,32/Kg dari harga minggu lalu, Sinar Mas Group mengalami kenaikkan harga sebesar Rp 1.085,00/Kg dari harga minggu lalu, PT. Asian Agri mengalami kenaikkan sebesar Rp. 1.041,28/Kg dari harga minggu lalu," katanya.

Sedangkan untuk harga jual Kernel, Astra Agro Lestari Group pada periode ini sebesar Rp. 13.300/Kg sedangkan minggu lalu tidak ada penjualan. Asian Agri Group pada periode ini sebesar Rp. 13.120/Kg sedangkan minggu lalu juga tidak ada penjualan.

"Sementara dari faktor eksternal, Harga minyak sawit mentah Crude Palm Oil (CPO) melonjak karena diselimuti banyak sentimen positif. Harga CPO di bursa berjangka Malaysia tercatat MYR 6.156/ton, naik 3,18 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Harga minyak mentah jenis brent tercatat 102,03 dolar AS per barel, melonjak 4,19 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu. Sementara minyak mentah jenis light sweet (WTI) tercatat 96,4 dolar AS melesat 5,25 persen dibandingkan posisi akhir pekan lalu," ujarnya.

CPO merupakan salah satu bahan baku untuk pembuatan biodiesel sebagai bahan bakar alternatif pengganti fossil fuel. Oleh sebab itu wajar jika pergerakan harga CPO cenderung senada dengan harga minyak mentah. Saat harga minyak mentah melambung, harga CPO akan mengikuti. Di sisi lain, pasokan minyak nabati global juga terancam menipis dengan kisruh Rusia-Ukraina. India sebagai importir minyak nabati global sampai harus mencari eksportir baru di luar Rusia, Ukraina dan Indonesia.

"Indonesia sebagai produsen terbesar sawit tengah mengupayakan adanya kebijakan Domestic Market Obligation (DMO). Dengan adanya kebijakan tersebut, maka potensi pasokan ekspor CPO Indonesia ke pasar global bisa berkurang. Terakhir sentimen positif datang dari Negeri Jiran. Melansir Reuters, ekspor produk minyak sawit Malaysia mengalami kenaikan 25,1 persen secara month on month (mom) selama 1-25 Februari menjadi 1,09 juta ton," sebutnya.

Laporan: Soleh Saputra (Pekanbaru)

Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Aslog Kapolri Pimpin Langsung Pemadaman Karhutla di Pelalawan

Mabes Polri mengirim 6.000 liter Formula X-Fire untuk memperkuat pemadaman karhutla di Pelalawan, terutama kawasan…

1 hari ago

Kabut Asap Pekanbaru, Sekolah Kembali Tatap Muka Terbatas dengan Wajib Masker

Kabut asap karhutla masih berdampak pada sekolah di Pekanbaru. PTM terbatas diberlakukan dengan kewajiban masker…

1 hari ago

Hujan Lebat Guyur Kuansing, Salat Istisqa Dialihkan Jadi Tausyiah dan Doa Bersama

Hujan lebat mengguyur Kuansing sejak Jumat dini hari. Salat Istisqa dialihkan menjadi tausyiah dan doa…

1 hari ago

Kasus Dugaan Pencabulan Santriwati, Pengasuh Ponpes di Lubuk Dalam Dibekuk

Pengasuh ponpes di Lubuk Dalam, Siak, RS alias KR ditangkap terkait dugaan pencabulan santriwati. Polisi…

1 hari ago

HSBL 2026 Pekanbaru Segera Bergulir, 46 Tim Siap Adu Kemampuan

HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…

2 hari ago

PSPS Pekanbaru Tantang PSIS di Laga Pembuka Championship 2026/2027

PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…

2 hari ago