Categories: Ekonomi Bisnis

Tingkatkan Daya Saing, Pelaku Usaha Diharapkan Miliki Izin Edar

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Pekanbaru mengharapkan para pelaku usaha memiliki izin edar, agar dapat meningkatkan value produk dan daya saing.

Hal ini disampaikan oleh Kepala BBPOM di Pekanbaru Yosef Dwi Irwan. Dikatakannya, dengan demikian, maka pelaku usaha memiliki potensi besar untuk penjualan yang lebih baik, serta meningkatkan mutu, dan memperoleh kepercayaan masyarakat.

"Dengan izin edar, nilai akan bertambah dan meningkatkan daya saing sehingga menghasilkan penjualan yang lebih baik," katanya, Rabu (1/6/2022).

Yosef menuturkan, sebelumnya BBPOM di Pekanbaru juga sudah memberikan sosialisasi dan desk registrasi kepada pelaku usaha di Riau untuk memudahkan memahami tata cara pengurusan izin edar. Dalam agenda yang digelar selama dua hari ini, Senin-Selasa (30-31/5/2022), sebanyak 10 produk pelaku usaha telah mengantongi nomor izin edar (NIE). Yaitu Aisho Food Kabupaten Kampar (1 NIE), UD Mallo Andalas Kabupaten Kampar (3 NIE), PT Langkah Hijau Bersama Pekanbaru (2 NIE), Cireng Aisyah Kabupaten Kampar (2 NIE), dan PT Tirta Emas Kemasindo Pekanbaru (2 NIE).

"Yang sudah mendapatkan NIE saya harapkan untuk tetap menjaga mutu, agar dapat dipercaya masyarakat. Semoga nanti ada lebih banyak lagi pelaku usaha yang memperoleh NIE," harap Yosef.

Yosef menegaskan, pengurusan izin edar untuk pelaku usaha di Badan POM tidak serumit yang dibayangkan, asalkan mengikuti prosedur-prosedurnya. 

Pihaknya juga siap melakukan pendampingam baik secara online maupun langsung. Selain itu, juga ada insentif yang diberikan kepada UMKM, seperti diskon 50 persen dan pengujian secara gratis.

"Jadi secara prinsip adalah untuk mendekatkan layanan percepatan layanan publik agar pengurusan izin edar bisa lebih cepat," katanya.

Yosef mengungkapkan, saat ini pelaku usaha yang memiliki izin edar masih jauh dari jumlah pelaku usaha yang ada. Untuk Riau sendiri, sejak 2019 baru sekitar 200-an pelaku usaha yang memiliki NIE, dan 140-an di antaranya adalah pelaku usaha yang ada di Pekanbaru.

"Semoga ke depan bisa semakin bertambah, untuk menjamin keamanan produk, dan meningkatkan value produk," pungkasnya.

Ia menegaskan, pihaknya mengupayakan percepatan pengurusan izin edar, meskipun jika dibandingkan dengan jumlah UMKM yang ada masih cukup jauh. Dikatakannya, hal ini juga tergantung dari UMKM apakah mau mengurus atau tidak. 

"Tentunya dengan izin dari Badan POM dapat meningkatkan value dari produk yang dihasilkan," imbuhnya. 

Laporan: Mujawaroh Annafi (Pekanbaru)

Editor: Edwar Yaman

 

 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

5.000 Mangrove Ditanam di Desa Penyengat Pesisir Siak, Warga Bergerak Sebelum Abrasi Makin Parah

Warga Penyengat, Siak, menanam 5.000 mangrove secara swadaya untuk melindungi pesisir dari abrasi dan menjaga…

5 jam ago

Pamit Keluar Rumah, Gadis 19 Tahun di Pekanbaru Tak Bisa Dihubungi

Tsabita Salsabila, 19 tahun, dilaporkan hilang di Pekanbaru. Ponselnya terakhir terdeteksi di Jalan Swakarya setelah…

5 jam ago

Gempa M7,7 Hantam NTT, 20 Orang Meninggal dan 2 Masih Tertimbun

Gempa M7,7 mengguncang NTT dan menewaskan 20 orang. Enam warga luka-luka dan dua lainnya masih…

5 jam ago

Mobil Konsumen Terbakar Saat di SPBU Pelalawan, Pertamina Amankan Lokasi dan Periksa CCTV

Kendaraan konsumen terbakar di SPBU Bandar Petalangan, Pelalawan. Pertamina menghentikan operasional sementara dan masih menyelidiki…

6 jam ago

SMAN 1 Bangkinang Juara HSBL 2026, SMAN Plus Riau Takluk 60-45 di Final

SMAN 1 Bangkinang kembali juara HSBL 2026 Seri Bangkinang usai menaklukkan SMAN Plus Riau dengan…

7 jam ago

3 Hektare Lahan Gambut di Kampar Terbakar, Petugas Masih Berjuang Padamkan Api

Tiga kebakaran lahan terjadi di Kampar hingga Sabtu sore. Petugas gabungan masih menangani lahan gambut…

7 jam ago