ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
Handri begitu bersemangat melihat kebakaran lahan. Bahkan dia mempersiapkan perlengkapan untuk melakukan pemadaman.
Teman Handri bernama Raka sudah mengingatkan agar berhati-hati. Dan Handri menjawab, ”Siap!”.
Semakin jauh ke dalam, asap semakin pekat. Handri berjalan semakin lambat, khawatir menabrak sesuatu. Sementara Raka memegangi bahu Handri.
Raka melakukan itu karena asap memang benar-benar pekat. Semakin ke dalam, langkah Handri semakin pelan, dan Raka merasakan kakinya meminjak sesuatu yang lembut.
”Hati-hati Hendri,” ucap Raka kepada Handri.
Belum sempat Handri menjawab, alamaaaak….!!!, keduanya sudah masuk ke dalam parit yang atasnya rumput.
Bukannya sedih, keduanya malah tertawa bersama karena tak menyangka bakal masuk ke dalam parit yang airnya pekat karena gambut.
Mujur, ada petugas yang mendengar keduanya yang berisik. Sehingga keduanya ditolong dengan cara mengangsurkan kayu kepada Handri dan Raka agar bisa keluar dari dalam parit.(mng)
Wako Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan dukungan untuk PSPS dan mengajak suporter menjaga sportivitas demi target…
Pangdam dan Kapolda kembali memantau penanganan Karhutla di Kuala Cenaku Inhu. Dari 150 hektare lahan…
Witama melaju ke semifinal HSBL 2026 setelah mengalahkan SMAN 1 Pekanbaru 54-35 dan akan menghadapi…
Pendaftaran calon pimpinan Baznas Riau periode 2026–2031 ditutup dengan 51 peserta. Seleksi administrasi dimulai sebelum…
Sidang perkara penggelapan Riau Pos mengungkap gaji Rida K Liamsi Rp200 juta per bulan dan…
BMKG Pekanbaru mendeteksi 115 titik panas di Riau pada Rabu (16/9/2026). Indragiri Hulu menjadi wilayah…