ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Pasang dalam (air pasang) yang disertai tingginya intensitas curah hujan belakangan ini sedikit membuat kebiasaan masyarakat berubah. Bila mana biasanya mereka setiap hari pergi ke kebun, kali ini hanya bila mereka mau saja. Hal itulah yang dilakukan Aan dan Adi warga Indragiri Hilir (Inhil) yang berprofesi sebagai petani kelapa.
”Sudah beberapa hari ini tak pergi ke kebun,” kata Aan kepada Adi.
Adi hanya menganggukkan kapala seolah setuju dengan apa yang dikatakan Aan. Namun, dalam hati Adi, kondisi itu bukan karena kesengajaan, melainkan akibat kondisi cuaca dan alama yang tidak menutu.
”Ya, namanya hujan. Jalan ke kebun kan terendam air. Ditambah lagi kondisi pasang dalam,” sahutnya.
Kala itu Adi tiba-tiba teringat sesuatu. Dia mulai sadar, ada kelapa yang sudah dipetik namun belum dibuka sabutnya. Adi yakin pasti kelapa itu sudah hanyut dibawa air pasang dalam.
”Alamak….!!! Aku lupa. Minggu lalu ada panen kelapa tua. Tapi belum disolak (buka, dalam bahasa Tembilahan),” tuturnya.
Lantas Aan, kembali bertanya dimana kelapa tersebut Adi letakan. Kalau posisinya di sebelah anak kanal, dapat dipastikan kelapa tersebut hanyut dibawa arus sungai/kanal.
“Ya, memang di sebelah kanal tempat biasa kita meletkkan sebelum dibuka kulitnya,” ujar Adi lesu.(ind)
Polres Kampar siagakan 166 personel gabungan amankan Balimau Kasai 2026 demi menjaga keamanan dan kelancaran…
Jelang Ramadan 1447 H, harga daging sapi di Pekanbaru naik hingga Rp160 ribu per kg.…
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…