Ilustrasi
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Tingkat kejenuhan masyarakat terhadap pelayanan penyeberangan Ro-Ro Bengkalis kian memuncak. Banyak sopir truk harus antre hingga tiga hari di dermaga, kelelahan, dan kehabisan perbekalan.
“Alamaaaak..! Mabuk mengantre berhari-hari di dermaga Ro-Ro seperti ini. Alamat dapur di rumah tak berasap, karena tak ada uang yang bisa dibawa pulang,” keluh Andi, seorang sopir truk di Dermaga Ro-Ro Air Putih.
Selama menunggu, Andi hanya bisa makan, minum, dan mandi seadanya. Ia mengaku bosan harus antre panjang tiap kali menyeberang. Dalam sebulan, ia bisa empat kali pulang-pergi Pekanbaru–Bengkalis. Perjalanan yang normalnya hanya lima jam kini berubah jadi empat hari.
“Kondisi ini benar-benar menyiksa batin. Meninggalkan keluarga dengan pendapatan pas-pasan, sementara bekal dari perusahaan habis di perjalanan,” tambahnya.
Meski berat, ia tetap berusaha ikhlas menjalani profesinya. Baginya, yang terpenting keluarga tetap bertahan. “Alamaaaklah hidup ini. Demi keluarga saya tetap semangat. Semoga Ro-Ro kembali lancar dan tak ada kendala,” tuturnya dengan nada pasrah.
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…