PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Kevin sangat takut disunat. Padahal dia sudah kelas 6 SD. Setiap ditawarin sunat massal, ada saja alasannya. Karena itu, orang tuanya pun mengiming-imingi Kevin dengan sepeda listrik jika ia bersedia disunat.
Mendengar itu, Kevin langsung semangat. Esok harinya, ia pergi menuju klinik sunat bersama orang tuanya. Di situ dia sudah mulai ketakukan.
Ia menjerit-jerit dan mencoba kabur. Namun dokter berusaha meyakinkan dan menenangkannya. Akhirnya ia pun mau berbaring di tempat tidur.
Belum diapa-apakan, tetiba saja bocah ini pingsan. Dipanggil-panggil tidak mendengar. Ayahnya menepuk-nepuk pipinya tapi tak direspon. Keluarganya pun panik.
Sampai akhirnya dokter bertanya pada Kevin, ”Emang nanti mau beli sepeda listrik ya sehabis sunat?” tanyanya pada Kevin yang terbaring pingsan.
Dengan mata tertutup, Kevin keceplosan menjawab, ”Mau dokter”.
Sontak orang tuanya dan dokter pun tertawa.
”Alamaaaak….!! Pura-pura pingsan kau Kevin,” ujar sang ayah.
Kevin yang ketahuan pun terlanjur malu. Ia lantas menangis dan memeluk sang ayah karena tetap saja takut disunat.(azr)
Program sunat massal dan pemeriksaan kesehatan gratis di Rohul mendapat apresiasi warga karena membantu meringankan…
Afrika Selatan mencetak sejarah dengan lolos ke fase gugur Piala Dunia untuk pertama kalinya dan…
BRK Syariah mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dan mengajak masyarakat berpartisipasi demi terwujudnya data ekonomi…
Mahasiswa Umri menjadi korban pemukulan saat aksi di DPRD Riau. IMM Pekanbaru mendesak aparat mengusut…
Longsor menutup jalur Padang–Bukittinggi di Lembah Anai. Akses dua arah ditutup total sementara demi keselamatan…
Pendaftaran SPMB SMP negeri Pekanbaru hampir berakhir. Jalur domisili mencapai 98 persen, sementara kuota sekolah…