ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jika musim hujan seperti saat ini, air meluap di mana-mana. Tak hanya di sungai, tapi juga di parit dan rawa-rawa. Kondisi pun kerap dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan.Sebut saja Rio dan Leman. Kedua remaja yang tinggal di pedalaman di Indragiri Hilir (Inhil) ini memiliki hobi yang sama. Menangkap ikan secara tradisional.
”Sore ini kita pasang tajur ikan di parit sebelah kebun Pak Uwo,” ajak Leman kepada Rio.
Karena merasa satu kegemaran, Rio pun langsung mengiyakan ajakan Leman.
Hingga akhirnya mereka menyiapkan tajur ikan hingga beberapa unit.
”Kita cari umpan dulu,” kata Rio.
Setelah mendapatkan umpan, mereka langsung memasang tajur di lokasi yang disepakati. Hingga semua tajur terpasang mereka pulang ke rumah dan berencana kembali pagi besok.
Dari beberapa tajur yang dipasang tampak satu di antaranya yang bergoyang-goyang dengan kencang. Merasa senang, kedua sahabat ini berlari dengan kencang untuk mengangkat tajur tersebut. ”Itu pasti ikan besar. Cepat kita kejar,” teriak Leman.
Sesampainya di sana, mereka berdua kompakan hingga akhirnya tajur tersebut berhasil diangkat. Namun yang didapat bukannya ikan besar sebagaimana harapan mereka berdua.
”Alamak….!!! Kura-kura rupanya,” keluh Rio dengan raut wajah kecewa.(ind)
Ketua DPRD Kuansing Juprizal diperiksa KPK selama 12 jam terkait pelepasan kawasan hutan. Kuasa hukum…
Jaksa KPK menuntut Abdul Wahid 8 tahun 6 bulan penjara dan mengungkap lima dasar tuntutan…
Bupati Kepulauan Meranti mengajak masyarakat menjaga persatuan saat Pilkades 2026 dan menyiapkan hadiah umrah bagi…
Nelayan korban serangan buaya di Sungai Rokan meninggal dunia setelah beberapa hari dirawat intensif. Korban…
Tiga PKS di Rohul masih membeli TBS sawit Rp2.850 per kg atau di bawah harga…
Pelabuhan Penumpang Dumai resmi menjadi Kawasan Non Tunai. Pembayaran gate pass hingga tiket ferry internasional…