ILUSTRASI: RAHMAD/ADRI
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Jika musim hujan seperti saat ini, air meluap di mana-mana. Tak hanya di sungai, tapi juga di parit dan rawa-rawa. Kondisi pun kerap dimanfaatkan warga untuk menangkap ikan.Sebut saja Rio dan Leman. Kedua remaja yang tinggal di pedalaman di Indragiri Hilir (Inhil) ini memiliki hobi yang sama. Menangkap ikan secara tradisional.
”Sore ini kita pasang tajur ikan di parit sebelah kebun Pak Uwo,” ajak Leman kepada Rio.
Karena merasa satu kegemaran, Rio pun langsung mengiyakan ajakan Leman.
Hingga akhirnya mereka menyiapkan tajur ikan hingga beberapa unit.
”Kita cari umpan dulu,” kata Rio.
Setelah mendapatkan umpan, mereka langsung memasang tajur di lokasi yang disepakati. Hingga semua tajur terpasang mereka pulang ke rumah dan berencana kembali pagi besok.
Dari beberapa tajur yang dipasang tampak satu di antaranya yang bergoyang-goyang dengan kencang. Merasa senang, kedua sahabat ini berlari dengan kencang untuk mengangkat tajur tersebut. ”Itu pasti ikan besar. Cepat kita kejar,” teriak Leman.
Sesampainya di sana, mereka berdua kompakan hingga akhirnya tajur tersebut berhasil diangkat. Namun yang didapat bukannya ikan besar sebagaimana harapan mereka berdua.
”Alamak….!!! Kura-kura rupanya,” keluh Rio dengan raut wajah kecewa.(ind)
Polsek Bukit Raya menangkap terduga pelaku pencurian 25 unit iPhone di Marpoyan Damai dengan kerugian…
Empat lagu daerah Rokan Hulu resmi mendapat sertifikat Kekayaan Intelektual Komunal dari Kemenkum RI.
Harga Minyakita di Kepulauan Meranti masih sesuai HET meski stok terbatas dan belum memenuhi kebutuhan…
Bupati Kuansing bertemu Sekdaprov Riau membahas persiapan MTQ ke-44 tingkat Provinsi Riau yang digelar Juni…
Kajati Riau melantik sejumlah pejabat struktural, termasuk Fredy Feronico Simanjuntak sebagai Kajari Rokan Hulu.
Bapanas mempertanyakan distribusi Minyakita di Riau setelah menemukan harga minyak goreng tersebut tembus Rp20 ribu…