Categories: Siak

RSUD Tualang Kekurangan Dokter Spesialis dan Fasilitas Kesehatan

SIAK (RIAUPOS.CO) – Bupati Siak Afni Z melakukan kunjungan kerja ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tualang, dan ternyata tak hanya kekurangan fasilitas alat kesehatan, tapi juga kekurangan dokter spesialis.

Tentu saja hal itu membuat Bupati Siak Afni Z merasa miris. Sebab jumlah masyarakat Tualang hampir 100 ribu, dan semuanya mesti mendapatkan pelayanan prima.

Di mana dari penjelasan dokter spesialis anak disebutkan, alat yang ada tidak memadai. Kemudian dokter telinga hidung tenggorokan (THT) juga menyebutkan alatnya seadanya. Sementara untuk radiologi, tidak ada dokter spesialis.

Penjelasan dokter dokter spesialis itu tentu saja membuat Bupati Afni bertanya ke Direktur RSUD Tualang dr Aulia Kallista. Disebutkan Bupati Afni, semestinya direktur aktif memberikan laporan, serta meminta hal yang mendesak dan dirasa urgen atau mendesak.

”Kita mesti memberikan pelayanan terbaik dan paripurna. Bagaimana kita bisa memberikan pelayanan paripurna jika apoteker hanya satu seperti ini,” tanya Bupati Afni, Ahad (27/7) siang.

Akan selalu ada antrean, dan hal ini tidak bisa dibiarkan terus seperti ini. Kasihan masyarakat yang keluarganya sedang sakit, terpaksa harus mengantre obat, karena hanya ada satu apoteker.

”Saya akan mengajak dokter spesialis rapat, saya ingin mendapatkan penjelasan, sehingga mengerucut persoalan yang ada, dan kami dapatkan solusinya,” kata Bupati.

Bupati juga meminta direktur untuk segera membuat laporan hal apa saja yang mendesak dan mesti direalisasikan dengan cepat, diantaranya apoteker dan hal lainnya.

”Jumpai saya, bila perlu jelaskan hal hal yang urgensi itu, agar saya juga tahu dan dapat direalisasikan dengan cepat di tengah keterbatasan anggaran ini,” tegasnya.

Bupati Afni juga melakukan pengecekan panel UPS atau Uninterruptible Power Supply yang beberapa hari sebelumnya terbakar.

Panel UPS dalah perangkat yang menyediakan daya cadangan saat sumber listrik utama terputus atau mengalami gangguan.

Bupati Afni menanyakan berapa biaya menggantinya, salah seorang petugas mengatakan berkisar Rp600 juta. Dan Afni minta itu untuk dicatatkan untuk segera direalisasikan.(mng)






Reporter: Monang Lubis

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Lonjakan Penumpang Roro Bengkalis Terjadi Jelang Libur Akhir Pekan dan Iduladha

Arus penyeberangan Roro Bengkalis meningkat jelang Iduladha. Pengendara motor bahkan harus antre hingga empat jam.

3 jam ago

Libur Iduladha, Masuk Wisata Danau Raja Rengat Gratis hingga 1 Juni

Pemkab Inhu menggratiskan tiket masuk, parkir, dan tempat jualan di Wisata Danau Raja Rengat selama…

3 jam ago

Satreskrim Polres Kampar Ringkus Komplotan Pencuri Sapi, Kerugian Capai Rp72 Juta

Polres Kampar menangkap tiga terduga pelaku pencurian empat ekor sapi milik warga Kuok dengan kerugian…

4 jam ago

Iduladha 1447 H, Pedagang Kambing Kurban di Pekanbaru Keluhkan Penurunan Pembeli

Penjualan kambing kurban di Pekanbaru masih lesu saat Iduladha. Pedagang mengaku pembeli tahun ini menurun…

12 jam ago

Razia Pajak Kendaraan di Pekanbaru, Pengendara Menunggak Langsung Ditindak

Bapenda Pekanbaru menggelar razia pajak kendaraan dan menemukan banyak kendaraan menunggak pajak hingga tiga tahun.

12 jam ago

Muhammad Haris Resmi Dipilih Jadi Direktur PT SPR

Pemprov Riau menetapkan Muhammad Haris sebagai Direktur PT SPR dan Sri Irianto sebagai komisaris melalui…

13 jam ago