Bupati Siak H Alfedri dan Wabup Husni Merza dalam Musrenbang di Kecamatan Sungai Mandau, pekan lalu. (DISKOMINFO SIAK UNTUK RIAUPOS.CO)
SIAK (RIAUPOS.CO) – Perbaikan Jalan Siak-Kecamatan Sungai Mandau menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak saat ini. Jalan itu satu-satunya akses masyarakat Sungai Mandau untuk menjangkau ibukota Kabupaten Siak.
Pemkab tidak bisa mengakomodir semua usulan masyarakat, karena keterbatasan anggaran. Namun, Jalan Siak-Sungai Mandau menjadi fokus Pemkab Siak. ”Kami menginginkan jalan tersebut diaspal ulang,” kata Bupati Siak H Alfedri di Sungai Mandau, pekan lalu.
Bupati juga menjelaskan untuk pembangunan infrastruktur hanya 25 persen dari APBD kabupaten. Itu bukan untuk pembangunan jalan, akan tetapi untuk pembangunan lainnya, seperti sekolah, fasilitas kesehatan, termasuk infrastruktur dasar seperti air bersih.
“Terkait infrastruktur kami menggunakan skala prioritas,” ucap Bupati.
Apa yang menjadi prioritas kecamatan akan dibangun. Termasuk jalan kecamatan yang menjadi tanggung jawab pemkab, akan diusulkan ke Balai Pelaksana Jalan Nasional Wilayah Riau, termasuk Pemprov Riau dan pihak swasta yang juga pengguna itu.
Wakil Bupati Siak Husni Merza saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dan rembuk tengkes tingkat Kecamatan Sungai Mandau menjelaskan, Musrenbang salah satu kegiatan untuk mengumpulkan usulan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat agar terakomodasi dalam proses perencanaan pembangunan 2025.
Musrenbang ini, dimulai dari tingkat kampung, kecamatan, hingga tingkat Kabupaten Siak. Ditargetkan Februari ini, musrenbang kecamatan selesai dilaksanakan. Sehingga pada April, bisa dirembukkan musrenbang tingkat kabupaten.
“Tema pembangunan Pemkab Siak 2025 ‘Memantapkan Infrastruktur Dasar yang Inklusif, Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, serta tata kelola pemerintah yang Amanah,” ungkap Wabup.
Infrastruktur dasar yang inklusif, yakni membangun atau meningkatkan sistem penyedia air bersih, untuk memastikan akses yang merata. Kemudian meningkatkan akses jalan dan jembatan, untuk meningkatkan konektivitas dan aksesibilitas masyarakat, hasil perkebunan dan pertanian.(ifr)
JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.
Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.
Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…
PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…
Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…
Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…