Ilustrasi Hoax harimau
SIAK (RIAUPOS.CO) – Beredarnya video yang menampilkan korban dengan kepala terputus dan disebut-sebut akibat serangan harimau di wilayah Kandis, Kabupaten Siak, dipastikan tidak benar alias hoaks.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Siak, Novendra Kasmara, menegaskan bahwa informasi tersebut tidak pernah terjadi di wilayah Kandis. Ia menyebut telah melakukan koordinasi langsung dengan pihak kecamatan.
“Saya sudah berkoordinasi dengan Camat Kandis, Said Irwan. Setelah dilakukan penelusuran ke lapangan melalui kepala desa dan tim, dipastikan tidak ada kejadian seperti yang beredar di video tersebut,” ujar Novendra.
Novendra menambahkan, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA). Hasil koordinasi tersebut menyimpulkan hal yang sama, yakni tidak ditemukan adanya kasus serangan harimau di wilayah Kandis.
“Kami sudah konfirmasi ke BBKSDA dan hasilnya sama. Tidak ada kejadian serangan harimau di Kandis,” tegasnya.
Pernyataan serupa disampaikan Kapolsek Kandis, Kompol Herman Pelani. Ia memastikan bahwa tidak ada laporan maupun kejadian serangan harimau di wilayah hukum Polsek Kandis.
“Saya sudah menurunkan tim, termasuk Bhabinkamtibmas, untuk melakukan pengecekan. Hasilnya, tidak ditemukan kejadian tersebut,” ujar Kompol Herman.
Ia menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial tersebut merupakan kabar bohong. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, khususnya yang belum jelas kebenarannya.
“Ini hoaks. Kami mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi karena dapat menimbulkan kegaduhan,” pungkasnya. (mng)
Sebanyak 760 warga binaan Lapas Tembilahan menerima remisi Idulfitri 1447 H, dua di antaranya langsung…
Hujan deras tak surutkan antusias warga Pekanbaru Salat Idulfitri bersama wali kota. Lokasi dipindah ke…
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…