Categories: Siak

Sebulan Hasilkan 1.245 Kilogram Madu

(RIAUPOS.CO)   – Saat ini, Kampung Tumang, Kecamatan Siak memiliki penangkaran lebah, yang dalam satu bukan sudah bisa menghasilkan madu 1.245 kilogram.

Padahal budidaya ini baru memakan waktu sebulan lebih. Hasil itu diyakini bakal terus meningkat, mengingat kesungguhan kelompok pengelola penangkaran.

Demikian dijelaskan Ketua Kelompok Madu Akmal, bernama Syamsul Arifin yang akrab disapa Ari. Penangkaran diberi nama Multiflora Madu

Jalan Siak Mandau, Tumang Kecamatan Siak. Lebah ratu berasal dari Australia. Lebih jauh dikatakannya saat ini sedang mengembangbiakkan lebah Vietnam dan Rusia. Kawin silang ini nantinya akan menghasilkan lebah yang banyak dari indukan atau ratu Rusia dan banyak madu dari Vietnam.

“Panen pertama kami mendapatkan 475 kilogram. Kami panen saat usia madu 10 hari. Ternyata masih belum sempurna, warna kuning dan ada rasa asam,” jelas Ari.

Selanjutnya jadwal panen ditambah empat hari menjadi 14 hari, barulah madu terasa sempurna. “Penangkaran kami ini berada di perbatasan lahan akasia perusahaan. Lebah-lebah saat pagi sampai pukul 11.00 WIB, keluar menikmati bunga akasia. Kendalanya jika hujan pada pagi hari, lebah tidak keluar menghisap madu bunga akasia,” jelas Ari.

Saat ini menurut Ari, ada 190 kotak yang berisi lebah yang sedang bekerja. Penangkaran yang berada di bawah pohon kelapa sawit ini, memang harus diawasi dan dijaga dengan baik, sebab pemangsa seperti beruang madu, burung pemakan lebah serta, memang harus dihindari, jika ingin hasil panen maksimal.

Disinggung tentang kemungkinan adanya keinginan warga bergabung, menurut Ari, pihaknya membuka diri.

Untuk inventasi disebutkannya, per kotak membayar Rp3 juta. Hasilnya dibagi dua. Setengah untuk pemilik, setengah lagi untuk kelompok yang sudah mengelola.

Ditambahkan Penghulu Tumang M Taher, pihaknya mendukung penuh penangkaran lebah dengan madu kualitas super.

“Bahkan saat ini kami menjajaki melakukan ekspor ke Hongkong. Regulasinya sedang diperjuangkan oleh Kadis Peternakan,” jelasnya.

Lebih jauh dikatakan penghulu, kegiatan positif yang diharapka terus berkembang dan menyejahterakan anggotanya serta mengangkat ekonomi masyarakat setempat menjadi awal yang baik.

“Saya yakin jika dikerjakan dengan semangat, jujur dan kerja sama yang baik. Niscaya Kampung Tumang bisa menjadi sentra madu kualitas ekspor. Beri kami waktu untuk merintis dan memberikan yang terbaik,” sebut Penghulu Tumang.(adv)

 

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Agung Nugroho Wajibkan Seluruh Provider Ikut Bereskan Kabel FO Semrawut di Pekanbaru

Pemko Pekanbaru mewajibkan seluruh provider internet ikut menata kabel fiber optic ilegal. Penertiban dilakukan bertahap…

7 jam ago

Diduga Kompresor Mati Saat Menyelam, Pria di Sungai Indragiri Masih Hilang

Seorang penyelam di Inhil diduga tenggelam setelah kompresor udara mati saat evakuasi kapal. Tim gabungan…

7 jam ago

Lima Tahun Direstorasi, Mangrove Teluk Pambang Bengkalis Kini Jadi Sorotan Dunia

Restorasi mangrove Teluk Pambang di Bengkalis selama lima tahun membuahkan hasil. Kawasan kini pulih, menarik…

7 jam ago

Pemko Pekanbaru Tegaskan Komitmen Berantas LGBT, Satpol PP Diminta Perketat Pengawasan

Pemko Pekanbaru menyiapkan pembinaan, penyuluhan, dan penindakan untuk mencegah LGBT dengan melibatkan Satpol PP, mubalig,…

7 jam ago

UPTJJ Wilayah VI Tuntaskan Sejumlah Ruas Jalan Rusak di Rohul

Pemprov Riau mempercepat perbaikan jalan provinsi di Rokan Hulu. Sejumlah ruas telah kembali fungsional, sementara…

8 jam ago

Junaidi Resmi Jadi Tersangka OTT di Siak, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kapal Gratis

Polres Siak menetapkan Kadishub Junaidi sebagai tersangka OTT terkait program kapal gratis. Penyidik masih mendalami…

9 jam ago