Categories: Siak

Penyelamatan Gambut dan Bakau Secara Terpadu

SIAK (RIAUPOS.CO) – Wakil Bupati Siak Husni Merza menghadiri rapat sosialisasi dan koordinasi, serta peresmian Tim Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Riau tahun anggaran 2021, yang dilaksanakan di Hotel Pangeran, Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dihadiri Deputi Perencanaan dan Evaluasi Badan Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Republik Indonesia Satyawan Pudyatmoko, Asisten II Setdaprov Riau Evarefita, bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, serta seluruh tamu undangan lain.

Wakil Bupati Siak Husni Merza usai kegiatan mengatakan dia mewakili Bupati Siak Alfedri, untuk menghadiri rapat sosialisasi dan koordinasi serta meresmikan Tim Restorasi Gambut dan Rehabilitasi Mangrove Provinsi Riau. "Ini merupakan salah satu usaha dari Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), yang dibentuk oleh pemerintah pusat, untuk menangani masalah gambut dan mangrove di seluruh wilayah Indonesia," kata Wabup Husni. 

Sementara untuk di Provinsi Riau, telah dibentuk tim yang diketuai oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, dan beranggotakan seluruh bupati dan wali kota se-Provinsi Riau, yang SK-nya baru ditandatangani oleh Gubernur Provinsi Riau pada Agustus lalu. "Kabupaten Siak memiliki wilayah gambut sekitar 50.32  persen dan juga bakau atau mangrove . Oleh karena itu, kami berharap agar tim bisa bekerja semaksimal mungkin untuk penanganan dan restorasi gambut serta mangrove di Provinsi Riau, khususnya di wilayah Kabupaten Siak," kata Wabup Husni Merza. 

Lebih jauh dijelaskannya, Kabupaten Siak  sebagian besar merupakan wilayah gambut di mana dari 14 kecamatan yang ada di Siak, 9 kecamatan diantaranya berada di wilayah gambut. Tingkat ketebalan gambut Siak beragam mulai 0-15 meter.

Hutan rawa gambut yang masih tersisa di Kabupaten Siak, terdiri dari hutan rawa primer seluas 13.956,1 Ha (1,63 persen) dan hutan rawa sekunder seluas 150.619,5 Ha atau 17,61 persen dari luas kabupaten.

Tutupan hutan rawa menyebar di daerah cekungan dengan drainase yang tergolong buruk dan lebih sering tergenang. Hamparan hutan rawa primer yang masih luas dapat ditemukan Taman Nasional Zamrud di Kecamatan Dayun, sedangkan hutan rawa sekunder yang luas dapat ditemukan di hutan produksi di wilayah Kecamatan Sungai Apit dan Dayun, serta di dalam Suaka Margasatwa Giam Siak Kecil yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Sungai Mandau.

Potensi lahan di Kabupaten Siak dalam pengaturan iklim meliputi 29,2 persen tergolong sangat tinggi, dan 14,4 persen tergolong tinggi. Kondisi ini dikarenakan adanya bentang lahan gambut yang luas di kec. Sungai Apit, Sungai Mandau, dan Dayun.(ifr)
 

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

25 Dapur MBG Dibangun di Daerah 3T Inhu, Sekda Turun Langsung Meninjau

Pemkab Inhu membangun 25 dapur SPPG MBG di daerah 3T tahun 2026. Sekda Inhu meninjau…

2 hari ago

Bupati Kuansing Optimalkan Lahan Bekas Tambang untuk Ketahanan Pangan

Pemkab Kuansing berkomitmen mengubah bekas lahan tambang menjadi pertanian produktif demi mendukung IP 200 dan…

2 hari ago

Bupati Siak Teken Komitmen Manajemen Talenta ASN Bersama BKN

Pemkab Siak menandatangani komitmen manajemen talenta ASN bersama BKN untuk memperkuat sistem merit dan menempatkan…

2 hari ago

Tumpukan Limbah Kayu Ancam Sungai Bukit Batu Bengkalis

Tumpukan limbah kayu mencemari Sungai Bukit Batu Bengkalis. Warga khawatir dampak lingkungan dan mendorong penyelesaian…

2 hari ago

UMK Meranti 2026 Belum Berjalan Optimal, Pemkab Meranti Siapkan Aturan Khusus

Penerapan UMK 2026 di Meranti dinilai belum optimal. Pemkab pun menyiapkan Perbup sebagai aturan teknis…

2 hari ago

PSMTI Riau Matangkan Persiapan Musprov V, Pemilihan Ketua Jadi Agenda Utama

PSMTI Riau akan menggelar Musprov V akhir pekan ini di Pekanbaru untuk memilih ketua definitif…

2 hari ago