(RIAUPOS.CO) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Siak mengikuti Musyawarah Nasional (Munas) Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) 2020 secara virtual.
Munas mengusung tema Segi Positif Pandemi Covid-19, Momentum Percepatan Digitalisasi Pasar Kerajinan Menuju Industri 4.0.
Penjabat Sekda Kabupaten Siak Jamaludin juga turut hadir menyaksikan Munas bersama Ketua Dekranasda Kabupaten Siak Rasidah Alfedri beserta anggota, dari ruang Bandar Siak Lantai II Kantor Bupati Siak, awal pekan.
Penjabat Sekretaris Daerah (Pj Sekda) Kabupaten Siak Jamaluddin mengakui dampak pandemi Covid-19 memang sangat berpengaruh pada pemasaran produk kerajinan, baik di tingkat daerah maupun secara nasional.
Namun demikian, ia tetap optimis bisa kembali memulihkan kondisi ekonomi para pelaku usaha atau wirausahawan serta meningkatkan kembali pemasaran produk-produk kerajinan lokal, secara digital. Artinya, semua wirausahawan atau pengrajin produk lokal terus diberikan edukasi untuk berinovasi.
“Kami berharap dan tetap optimis bisa kembali meningkatkan penjualan atau pemasaran produk daerah melalui internet,” ujarnya.
Munas ini dibuka secara resmi oleh Ketua Umum Dekranas Hj Wuri Ma’ruf Amin. Dia menyambut baik diselenggarakannya Munas Dekranas 2020. Dia mengatakan tema yang diangkat munas sangat konstekstual dan relevan dengan kondisi yang terjadi saat ini. Pandemi Covid-19 memaksa semua orang untuk mengubah kebiasaan sebelumnya.
“Kondisi pandemi saat ini menjadi momentum yang sangat bagus untuk lebih optimal memanfaatkan teknologi digital. Kita perlu terus mendorong para pengrajin untuk melakukan inovasi digital. Dengan pemanfaatan teknologi digital diharapkan dapat membuka peluang yang lebih luas dalam pemasaran produk kerajinan,” sebutnya.
Selanjutnya, Ketua Umum Dekranas juga mengajak seluruh anggota Dekranas dan Dekranasda untuk mendukung program pemerintah, yaitu gerakan nasional malalui kampanye bangga buatan Indonesia.
“Kampanye ini perlu terus digalakkan untuk menciptakan kesadaran, kecintaan dan kebanggaan hingga akhirnya menggunakan produk-produk buatan Indonesia,” ucapnya.
Sementara Ketua Dekranasda Kabupaten Siak Rasidah Alfedri menyampaikan, kesimpulan yang didapat dalam Munas Dekranas 2020 ini adalah Dekranasda akan melakukan percepatan digitalisasi pemasaran produk-produk pengrajin.
“Kami telah melakukan kerja sama dengan Kadin Siak serta salah satu toko online untuk pemasaran. Sehingga nanti kita berharap walaupun pada masa pandemi Covid-19 ini, omset pengrajin tidak mengalami masalah yang begitu berarti,” ujarnya.
Ia bilang, selama masa pandemi ini organisasi yang dipimpinnya itu gencar melakukan bakti sosial. Seperti menggandeng pelaku usaha untuk membuat masker dan dibagi-bagikan kepada masyarakat. Kemudian program Dekranasda Berbagi sembako untuk janda miskin dan lansia.
“Beberapa waktu yang lalu lewat program Dekranasda Berbagi secara swadaya serta bantuan dari dermawan kami door to door keliling kampung membagikan sembako dan masker untuk janda miskin dan lansia,” jelas Rasidah.(adv)
Polres Kampar siagakan 166 personel gabungan amankan Balimau Kasai 2026 demi menjaga keamanan dan kelancaran…
Jelang Ramadan 1447 H, harga daging sapi di Pekanbaru naik hingga Rp160 ribu per kg.…
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…