Categories: Siak

Tetap Lestari dengan Siak Hijau

Kabupaten Siak akan tetap lestari dengan mewujudkan Siak Hijau. Komitmen Bupati Siak Alfedri merealisasikannya dapat dilihat dari sejumlah upaya dan proses yang dilakukan.

Sebagai kabupaten yang memiliki kekayaan alam berupa kawasan gambut, tentu saja pengembangannya dengan restorasi tanpa merusak menjadi pilihan.

Demikian dikatakan Bupati Alfedri. Dia menjelaskan, 57 persen dari total wilayah Kabupaten Siak merupakan lahan gambut. 21 persen dari total lahan gambut tersebut menurutnya, memiliki kedalaman 5-12 meter.

Sementara luas kawasan hutan alami 19 persen. Produktivitas sawit 2.756 ton per hektare per tahun, karet 0,867 ton per hektare per tahun dan kelapa 7.835 ton per hektare per tahun. "Salah satu perwujudan visi lestari yang kami cantumkan dalam visi misi kami, yaitu fokus pada komoditas unggulan kabupaten, serta upaya untuk mengatasi dan pencegahan karhutla," ucap Bupati Alfedri.

Menurut Bupati Alfedri,  2018 lalu  Pemkab Siak telah bergabung menjadi anggota forum kolaborasi pembangunan berkelanjutan yaitu Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL).

Sejak itu, dengan kesungguhan  berkomitmen secara nasional dalam menjaga kelestarian alam melalui deklarasi Siak Hijau. "Kebijakan ini kami tuangkan ke dalam Peraturan Bupati No 22 tahun 2018 tentang inisiatif Siak Hijau yang berfokus pada konservasi, perkebunan, industri dan permukiman," ungkap Bupati Alfedri.

Tidak hanya sampai di situ, Bupati Alfedri mengatakan, Pemkab Siak akan terus berkomitmen untuk menjaga kelestarian alam melalui Siak Hijau. Pandemi Covid-19, tidak menghentikan upaya bahkan tetap terus berjalan.

"Perwujudan Siak Hijau pada masa pandemi Covid 19 ini tentu dengan berbagai inisiatif, seperti mendorong masyarakat kampung untuk memanfaatkan ekosistem lingkungan tanpa merusak lingkungan," sebut Bupati Alfedri.

Masyarakat Siak sudah belajar banyak  cara membuka lahan tidak dengan membakar, lalu memanfaatkan lahan kosong untuk tanaman pangan.

Lahan yang bisa dimanfaatkan untuk ekowisata juga mulai bermunculan. Seperti di Kecamatan Sungai Apit, Mempura, Dayun. "Masyarakat  bersama pemerintahan kampung memanfaatkan kawasannya  menjadi destinasi, dan destinasi itu sangat berkembang," jelas Bupati Alfedri.(ifr)

 

Rindra

Share
Published by
Rindra

Recent Posts

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

38 menit ago

Diterjang Ombak Besar, Speedboat Rute Kuala Tungkal–Sungai Guntung Karam, Seluruh Penumpang Selamat

Speedboat SB Karya Budi karam diterjang ombak besar di perairan Mandah, Inhil. Berkat kesigapan nakhoda,…

3 jam ago

16 ASN Pemko Pekanbaru Resmi Dilantik, Wako Agung: Kinerja Akan Terus Dievaluasi

Pemko Pekanbaru melantik 16 ASN dalam mutasi dan rotasi jabatan. Wali Kota Agung Nugroho menegaskan…

4 jam ago

Masih Nekat Buang Sampah Sembarangan, 29 Pelanggar di Pekanbaru Ditindak DLHK

DLHK Pekanbaru menindak 29 pelanggar yang membuang sampah sembarangan selama Januari-Juni 2026. Denda Rp11,95 juta…

4 jam ago

Aksi Standing di Jembatan Rantau Berangin Berujung Petaka, Pemuda Kampar Jatuh ke Sungai Kampar

Seorang pemuda di Kampar diduga terjatuh ke Sungai Kampar usai melakukan aksi standing di atas…

4 jam ago

PSPS Pekanbaru Tambah Amunisi, Alfin Bertahan dan Deretan Pemain Baru Resmi Gabung

PSPS Pekanbaru mempertahankan pemain inti, mendatangkan sejumlah rekrutan baru, dan siap memulai training camp untuk…

4 jam ago