Tim BBKSDA Riau, perangkat desa, Pokdarwis Kampung Dayun, dan personel TNI turun ke lokasi di mana sapi dimangsa harimau di Kampung Dayun, Kecamatan Dayun, Siak. (POKDARWIS KAMPUNG DAYUN UNTUK RIAUPOS.CO)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – BBKSDA Riau terus melakukan pemantauan pascakejadian ternak warga dimangsa harimau di Desa Dayun, Kabupaten Siak. Hingga Sabtu (13/12), dua unit kamera jebak yang dipasang di lokasi belum merekam keberadaan satwa dilindungi tersebut.
Kepala BBKSDA Riau, Supartono, mengatakan bahwa meski belum ada hasil tangkapan kamera, proses monitoring dan identifikasi harimau tetap berjalan. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait guna memastikan kondisi di lapangan tetap aman dan terkendali.
“BBKSDA Riau akan terus melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat terkait untuk memastikan situasi tetap terkendali dan langkah mitigasi berjalan dengan baik,” ujar Supartono.
Ia menjelaskan, pemasangan kamera jebak bertujuan untuk mengidentifikasi individu harimau, memantau perilaku, serta mengetahui pola pergerakan satwa tersebut. Langkah ini dinilai penting agar mitigasi lanjutan dapat dilakukan secara tepat dan aman, baik bagi masyarakat maupun harimau itu sendiri.
Supartono menambahkan, kejadian ini menjadi pengingat bahwa wilayah yang berdekatan dengan habitat Harimau Sumatera memiliki potensi terjadinya interaksi dengan satwa liar. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada.
“Kami mengutamakan keselamatan masyarakat tanpa mengabaikan perlindungan Harimau Sumatera sebagai satwa dilindungi,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam upaya mitigasi konflik satwa liar. Warga diharapkan segera melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan harimau di sekitar permukiman atau area perkebunan.
Seperti diberitakan sebelumnya, seekor sapi milik warga Desa Dayun bernama Selamat ditemukan mati setelah diduga diterkam harimau pada Rabu (10/12). Sapi tersebut sebelumnya dilepas merumput di kebun sawit milik warga bernama Purba.
Temuan tersebut langsung dilaporkan kepada pihak berwenang. Tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemerintah setempat, serta masyarakat kemudian turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan.
Hasil identifikasi di lapangan menunjukkan adanya jejak kaki satwa yang diduga Harimau Sumatera dengan ukuran sekitar 15 sentimeter. Lokasi kejadian diketahui berada di kawasan areal penggunaan lain (APL) berupa kebun sawit milik masyarakat. Sebagai langkah awal mitigasi, BBKSDA Riau langsung memasang dua unit kamera jebak di sekitar lokasi. (end)
HSBL 2026 Pekanbaru diikuti 46 tim dan menghadirkan kategori Junior khusus pelajar SMP atau sederajat…
PSPS Pekanbaru menghadapi PSIS Semarang di laga pembuka Championship 2026/2027. Askar Bertuah menargetkan poin dari…
Pemprov Riau akan memelihara Jembatan Siak I dan Siak III pada pekan ketiga September dengan…
Pertamina Patra Niaga menaikkan pasokan BBM JBT di Riau hingga 27 persen seiring meningkatnya kebutuhan…
Komjak RI mengunjungi Kejari Pekanbaru untuk mengecek pengaduan masyarakat dan sarana prasarana serta mengingatkan pentingnya…
Video pembagian MBG di SDN 015 Tambusai Utara viral dan memunculkan anggapan penolakan. Sekolah menegaskan…