Ardi Irfandi ST MM
SIAK SRI INDRAPURA (RIAUPOS.CO) – Dari total sekitar 8.000 pelanggan layanan air bersih di Kabupaten Siak, baru 2.000 pelanggan yang menggunakan sistem pembayaran token. Sementara 6.000 pelanggan lainnya masih menggunakan metode konvensional.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PU Tarukim) Kabupaten Siak, Ardi Irfandi ST MM. Ia menyebut pihaknya akan segera melakukan langkah tegas terhadap pelanggan yang menunggak dengan mengganti sistem pembayaran mereka menjadi token.
“Kami menyiapkan sistem pembayaran token untuk pelanggan baru,” ujar Ardi, Selasa (11/11) petang.
Menurutnya, sistem ini merupakan inovasi sederhana namun memiliki manfaat besar dalam mencegah kebocoran dan meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Semua transaksi dilakukan secara digital melalui sistem token yang terhubung dengan berbagai bank.
“Masyarakat bisa membayar di mana saja, termasuk melalui ponsel,” jelasnya.
Ardi menambahkan, pihaknya juga tengah membenahi sistem layanan digital agar semakin mudah digunakan masyarakat. Harapannya, inovasi ini bisa mempercepat transformasi layanan publik di bidang air bersih di Siak.(mng)
Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…
Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…
Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…
Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…
Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…
Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…