Categories: Siak

Sultan Mencintai dan Dicintai Masyarakatnya

Setiap berkunjung ke Siak, wisatawan akan berziarah ke Makam Sultan Syarif Kasim. Di samping makam ada Masjid Syahabuddin yang menawan berada di tepi Sungai Siak dengan halaman luas dari keramik.

(RIAUPOS.CO) – Masjid Syahabuddin berada tidak jauh dari Istana Asserayah Alhasyimiah, hanya sekitar 200 meter dari istana. Setiap masuk waktu salat, Sultan akan hadir dan menjadi imam.

Demikian diceritakan budayawan Said Muzani. Menurutnya, dia merupakan saksi hidup sejarah masjid sultan yang menjadi kebanggaan masyarakat Siak.

Meski hanya sekitar 10×10 meter, masjid begitu indah dengan bangunan gaya Eropa  dan Timur Tengah. Masjid semakin sempurna dengan mimbar kayu berukir warna hijau. Dan mimbar itu berusia ratusan tahun sesuai tahun pembuatannya menempel di atas mimbar.

Dulu, masih ada menara, posisinya tidak jauh dari tepi sungai. Muazin atau bilal akan mengumandangkan azan dari menara, biasanya itu dilakukan pada Subuh.

Seiring berjalannya waktu dan dilakukan pemugaran, menara kini sudah tidak ada, muazin setiap Jumat mengundangkan azan pertama di selasar, azan kedua di dekat mimbar.

“Hal itu bertujuan untuk memanggil warga Salat Jumat. Warga akan berdatangan menggunakan perahu jika berempat tinggal di seberang, atau di pesisir,” terang Said Muzani.

Ada yang unik pada masa itu, setiap Kamis petang selesai Salat Ashar, bedug akan ditabuh. Bedug ditabuh sebagai pertanda hari Jumat telah menjelang.

“Ketika itu banyak warga yang tidak punya almanak atau kalender, tidak punya jam, hanya sultan yang punya jam, jam sultan adalah jam pasir,” jelas Said Muzani.

Untuk semakin menyemarakkan masjid, sultan mendatangkan seorang mufti dari kerajaan Besilam Langkat bernama Abdul Muthalib, dialah yang menyeleksi imam dan bilal masjid sultan.

Seorang berakhlak mulia dari Sulit Air, Sumbar, Fakih Abdullah terpilih menjadi imam di masjid sultan. Dia sehari-hari bekerja sebagai tukang cukur (pangkas) dan berjualan pisang.

Setiap ditanya berapa harga pisang ini? Dia akan menjawab terserah lah, sambil menyebutkan modalnya. (eca)

Laporan MONANG LUBIS, Siak

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Peringati Waisak, PSMTI Riau Kumpulkan Ratusan Kantong Darah untuk PMI

PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…

26 menit ago

Kloter Pertama Haji Riau Berangkat dari Jeddah 4 Juni, Jemaah Diminta Patuhi Aturan

Jemaah haji Riau mulai dipulangkan dari Jeddah pada 4 Juni. Kemenhaj mengingatkan larangan membawa air…

35 menit ago

Belasan Gajah Liar Masuk Kebun Warga di Rumbai, Tim Gabungan Bergerak Tengah Malam

Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…

41 menit ago

Program CKG Belum Diminati, Baru Setengah Juta Warga Riau Periksa Kesehatan Gratis

Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…

4 jam ago

Awas! Buaya “Beni” Kembali Muncul di Arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah

Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…

4 jam ago

Rumah Bulat dan Dua Kontrakan di Marpoyan Damai Ludes Terbakar, Motor Ikut Hangus

Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…

1 hari ago