Sejumlah jemaah haji melontar jumrah di Jamarat, Mina, Sabtu (30/5/2026). Rangkaian wajib ibadah haji selesai dan jemaah haji Riau dijadwalkan kembali ke Tanah Air, Kamis (4/6/2026) mendatang.(MARRIO KISAZ/RIAU POS)
PEKANBARU (RIAUPOS.CO) Jemaah haji asal Provinsi Riau dijadwalkan mulai kembali ke Tanah Air pada 4 Juni 2026. Menjelang proses pemulangan, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Riau mengingatkan seluruh jemaah agar mematuhi aturan penerbangan, terutama terkait barang bawaan dan larangan membawa air zamzam di dalam koper maupun tas kabin.
Rangkaian ibadah haji tahun 2026 telah selesai dilaksanakan. Sementara jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan ke Tanah Air pada Senin (1/6), jemaah asal Riau baru akan diberangkatkan dari Jeddah beberapa hari kemudian.
Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Riau, Defizon, mengatakan proses pemulangan jemaah Riau diawali oleh Kloter BTH 3 yang akan berangkat dari Bandara Internasional King Abdul Aziz, Jeddah, pada Kamis (4/6).
“Di hari yang sama, jemaah haji kita akan tiba di Debarkasi Batam. Setelah menginap satu hari di Batam, keesokan harinya baru kembali ke daerah masing-masing,” ujarnya.
Menurut Defizon, pihaknya telah mulai melakukan berbagai persiapan untuk memastikan proses pemulangan berjalan lancar. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah kepatuhan jemaah terhadap aturan barang bawaan selama penerbangan.
Ia mengingatkan agar jemaah tidak memasukkan barang-barang yang dilarang ke dalam koper bagasi maupun tas kabin. Barang yang mudah meledak, mudah terbakar, benda tajam, produk hewani, makanan beraroma tajam, tanaman hidup, serta produk tanaman tidak diperbolehkan dibawa dalam penerbangan.
Larangan tersebut diberlakukan demi menjaga keselamatan penerbangan sekaligus memenuhi ketentuan keamanan dan karantina internasional.
“Kami mengimbau seluruh jemaah agar memeriksa kembali isi koper sebelum keberangkatan dari Arab Saudi. Jangan sampai terdapat barang-barang yang dilarang karena dapat menghambat proses pemeriksaan di bandara dan berpotensi menyebabkan barang tertahan oleh petugas,” kata Defizon.
Selain itu, ia kembali menegaskan bahwa air zamzam tidak boleh disimpan di dalam koper bagasi maupun tas kabin. Menurutnya, seluruh barang bawaan jemaah akan diperiksa menggunakan mesin pemindai berteknologi tinggi yang mampu mendeteksi keberadaan air zamzam maupun barang terlarang lainnya.
“Petugas bandara Arab Saudi melakukan pemeriksaan yang sangat ketat terhadap seluruh barang bawaan jemaah. Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan sehingga berpotensi tidak ikut diterbangkan ke Indonesia bersama pemiliknya,” jelasnya.
Defizon menuturkan, keberadaan air zamzam di dalam koper dapat memperlambat proses pemeriksaan dan menghambat pengiriman bagasi. Karena itu, seluruh jemaah diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Ia juga menegaskan bahwa pemerintah telah menyiapkan mekanisme distribusi air zamzam secara resmi untuk setiap jemaah haji Indonesia sehingga tidak perlu membawa sendiri dari Arab Saudi.
“Apabila ditemukan air zamzam di dalam koper, maka koper tersebut akan dibongkar dan ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut. Akibatnya, koper berpotensi tidak terkirim bersama penerbangan ke Indonesia. Karena itu kami meminta seluruh jemaah untuk mematuhi aturan yang telah ditetapkan,” tegasnya.
Selain aturan bagasi, perhatian khusus juga diberikan kepada jemaah lanjut usia (lansia) yang akan mengikuti proses pemulangan. Defizon menjelaskan bahwa sebagian koper kecil atau tas kabin milik jemaah lansia kemungkinan akan dikumpulkan petugas untuk dimasukkan ke bagasi pesawat sebelum memasuki area imigrasi.
Kebijakan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi jemaah lansia selama proses keberangkatan dari Arab Saudi.
Karena itu, jemaah lansia maupun pendamping diminta memastikan obat-obatan, dokumen penting, uang, telepon genggam, dan barang berharga lainnya disimpan dalam tas paspor yang selalu dibawa selama perjalanan.
Sementara itu, koper kecil tetap harus memenuhi batas maksimal berat 7 kilogram.
“Kami mengimbau para pendamping dan ketua rombongan untuk membantu mengingatkan jemaah lansia agar barang-barang penting tidak tertinggal di dalam koper kecil yang kemungkinan akan dimasukkan ke bagasi pesawat. Dengan persiapan yang baik, proses pemulangan jemaah, khususnya lansia, dapat berjalan lebih aman dan nyaman,” ujar Defizon.
Di sisi lain, Kementerian Haji dan Umrah mencatat sebanyak 17 kloter jemaah haji Indonesia mulai dipulangkan dari Arab Saudi pada 1 Juni. Tujuh kloter tiba di Indonesia pada hari yang sama, sedangkan 10 kloter lainnya mendarat pada 2 Juni.
Data hingga 30 Mei menunjukkan jumlah jemaah haji Indonesia yang wafat mencapai sekitar 130 orang. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada musim haji tahun sebelumnya yang mencapai 267 orang.
Sebelumnya, Menteri Haji dan Umrah, Mochammad Irfan Yusuf, menyampaikan bahwa seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil pilihan Nafar Tsani telah meninggalkan Mina dan kembali ke hotel masing-masing di Makkah dengan aman dan lancar.
Ia juga menegaskan bahwa meskipun fase puncak ibadah haji telah berakhir, layanan kepada jemaah tetap berjalan hingga seluruh rangkaian ibadah, termasuk tawaf ifadah, selesai dilaksanakan sebelum kepulangan ke Indonesia. (ilo/wan/ttg/jpg)
PSMTI Riau bersama PMI Pekanbaru menggelar donor darah dalam rangka Waisak 2570 BE. Ratusan peserta…
Sekitar 12 gajah liar masuk ke perkebunan warga di Muara Fajar, Rumbai. Tim gabungan berhasil…
Program Cek Kesehatan Gratis di Riau masih minim peminat. Hingga akhir Mei 2026, baru 8,54…
Kemunculan buaya "Beni" di arena Pacu Jalur Tepian Lubuak Sobae Baserah membuat warga diminta waspada…
Kebakaran di Marpoyan Damai Pekanbaru menghanguskan rumah bulat, dua kontrakan, dan sepeda motor. Delapan unit…
Desa Bokor di Kepulauan Meranti berhasil menjaga 13 spesies mangrove dan mengembangkan ekowisata berkelanjutan berbasis…