Categories: Siak

Tangani Karhutla, BPBD Siak Siapkan Hampir Rp1 MiliarÂ

SIAK (RIAUPOS.CO) – Kemarau sudah di depan mata, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Siak menyiapkan anggaran hampir sama dengan tahun lalu.

Hal ini dikatakan Kepala BPBD Siak Syafrizal SSos. Menurutnya pihaknya menganggarkan hampir Rp1 miliar. Jumlah itu bisa saja bertambah jika terjadi hal-hal yang tak diinginkan.

Namun, sampai sejauh ini kami baru mengendalikan kebakaran lahan di Dayun yang terjadi, Jumat (30/7) lalu. Luasnya tidak sampai 2 hektare dan itu lahan warga.

"Kami berhasil memadamkannya hanya dalam sehari, karena tidak meluas. Api berhasil kami lokalisir," sebut Syafrizal kemarin.

Pemadaman dibantu Manggala Agni Daops Sumatera VI/Siak, personel kepolisian, TNI dan Masyarakat Peduli Api (MPA).

Untuk karhutla ini, me­mang ada Satgas Penanggulangan Karhutla yang dibentuk setiap kecamatan dan kabupaten. Artinya, pihaknya memang konsen dalam pencegahan dan penanggulangan.

Ditanya, selain di Dayun, di hari yang sama apakah ada terjadi karhutla di Kecamatan Sungai Apit, tepatnya di Mengkapan dan Teluk Lanus. Syafrizal mengatakan, karhutla hanya terjadi di Dayun, di dua tempat itu ia tidak ada mendapat informasi.

Sementara Kada Ops Manggala Agni Daops Sumatera VI/ Siak Ihsan Abdillah mengatakan, pihaknya berjibaku memadamkan karhutla di Dayun, Jumat (30/7) lalu.

"Kami menurunkan ke­kuatan penuh, dan tiga hari api berhasil kami padamkan, hingga dilakukan pendinginan," ungkap Ihsan Abdillah.

Sebenarnya di hari yang sama ada juga karhutla di Mengkapan, Kecamatan Sungai Apit, namun karena berada di sekitar lahan perusahaan, atau sekitar 2 kilometer dari lahan perusahaan, maka pihak perusahaan yang memadamkan. "Kami belum tahu berapa luas lahan yang terbakar di Mengkapan, karena pihak perusahaan yang memadamkan," jelas Insan Abdillah.

Demikian juga dengan yang di Teluk Lanus, sepertinya hanya sehari sudah dapat dilokalisir dan berhasil dipadamkan. Untuk Senin (2/8) tidak ada titik api maupun titik panas, nihil keduanya. Mudah-mudahan hal itu tidak terjadi. 

Disingung apakah ada hewan yang terpanggang. Dikatakan Ihsan, selain ular sanca, ada juga kura-kura. Artinya besar akibat yang ditimbulkan atas terjadinya karhutla. Tidak hanya menimbulkan asap yang menyebabkan manusia terancam paru paru dan pernapasannya, tapi juga habitat yang ada di dalamnya ikut menjadi korban.

"Mari bersama sama untuk tidak membakar saat membersihkan kebun atau membuka lahan. Mari bersama menjaga lingkungan agar tetap lestari," ajak Ihsan Abdillah.(mng)

Eka Gusmadi Putra

Share
Published by
Eka Gusmadi Putra

Recent Posts

Kasus Perampokan Maut di Rumbai, Polisi Kantongi Petunjuk Pelaku

Polisi dalami kasus lansia tewas di Rumbai, Pekanbaru. Olah TKP kedua dilakukan, empat saksi diperiksa,…

6 jam ago

Antrean BBM Mengular di Pekanbaru, Warga Rela Tunggu Hingga Tengah Malam

Antrean panjang BBM terjadi di Pekanbaru. Warga rela antre hingga satu jam, bahkan membeli eceran…

9 jam ago

Jalan Mulus, Warga Lubuk Betung Ramai-ramai Ucapkan Terima Kasih ke Pemkab Rohul

Jalan di Lubuk Betung Rohul kini mulus usai diaspal. Warga rasakan manfaatnya dan ucapkan terima…

11 jam ago

Cegah Kelangkaan Pertalite, SPBU Bangkinang Tambah Pasokan hingga 16 Ton

SPBU Bangkinang tambah pasokan Pertalite hingga 16 ton untuk atasi antrean panjang jelang akhir bulan,…

2 hari ago

Jemaah Calon Haji Kuansing Meninggal Saat Momen Pelepasan, Jenazah Dimakamkan di Kampung Halaman

Seorang JCH Kuansing meninggal dunia usai alami serangan jantung saat pelepasan. Jenazah dimakamkan di kampung…

3 hari ago

Fakta Baru Kasus Korupsi Riau, Satpam Ngaku Antar Duit Rp300 Juta

Pengakuan satpam PUPR Riau di sidang Tipikor ungkap pengantaran uang Rp300 juta terkait dugaan pemerasan…

3 hari ago