Kepala Bappeda Rohul Drs H Yusmar MSi mewakili Bupati Rohul memberikan arahan sekaligus membuka acara fgd Ranwal Penyusunan RPJPD Rohul 2025-2045 di aula Kantor Bappeda Rohul, Kamis (22/2/2024). (ENGKI PRIMA PUTRA riaupos.co)
PASIRPENGARAIAN (RIAUPOS.CO) – Bappeda Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (22/2), menggelar acara focus group discussion (FGD) Penyusunan Rancangan Awal (Ranwal) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Rohul Tahun 2025-2045.
Dokumen RPJPD Rohul yang kini tengah disusun tersebut berisikan penjabaran dari visi dan misi, arah kebijakan, dan sasaran pokok pembangunan daerah jangka panjang untuk 20 (dua puluh) tahun yang berpedoman pada RPJPN dan RTRW serta sinergi dengan RPJPD Provinsi Riau.
‘’Kita harapkan RPJPD Rohul yang akan disusun ini, merupakan bagian integral dari perwujudan Indonesia Emas tahun 2045 yang dilakukan secara transparan, responsif, efisien, efektif, akuntabel, partisipatif, terukur, berkeadilan, berwawasan lingkungan dan berkelanjutan,’’ ungkap Bupati Rohul H Sukiman yang diwakili Kepala Bappeda Rohul Drs H Yusmar MSi menjawab Riau Pos, Kamis (22/2), usai membuka FGD Penyusunan Ranwal RPJPD Rohul Tahun 2025-2045 di aula Kantor Bappeda Rohul.
Dalam acara tersebut dihadiri sejumlah Kepala OPD, Sekretaris, para Kabid dan Kasubag perencanaan OPD di Lingkungan Pemkab Rohul.
Menurutnya, beban tugas yang akan dihadapi kedepan semakin berat, tentunya komitmen dan partisipasi aktif seluruh stake holder dalam seluruh kegiatan ini menjadi hal yang sangat berarti baik untuk mewujudkan cita-cita indonesia emas tahun 2025-2045, maupun Kabupaten Rohul
‘’FGD Ranwal RPJPD Rohul 2025-2045 yang dilaksanakan tersebut, salah satu tahapan dalam proses perencanaan pembangunan jangka panjang daerah 20 tahun kedepan. Kita harapkan dapat menghasilkan output dan outcome sebagaimana yang kita harapkan bersama,’’ sebutnya.
Mantan Kadis Kominfo Rohul itu mengatakan, dalam penyusunan dokumen RPJPD Rohul Tahun 2025-2045 dapat lebih baik lagi dari periode sebelumnya serta mampu menjawab tantangan masa depan bagi kemajuan daerah dan dijadikan pedoman dalam penyusunan rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD) untuk setiap jangka waktu lima tahun.(epp)
Insiden turis berbikini di Danau Rusa disorot tokoh adat Kampar yang mendesak pemerintah daerah memperjelas…
Satgas penertiban kabel FO telah dibentuk Pemko Pekanbaru. DPRD menunggu aksi nyata agar kota tidak…
Pemutakhiran data nasional membuat 6.125 peserta PBI JKN di Kepulauan Meranti dinonaktifkan. Warga masih bisa…
Pemprov Riau menyiapkan revisi Pergub pajak air permukaan dengan tiga opsi nilai air guna meningkatkan…
Fenomena “pintar tetapi tidak benar” semakin marak terjadi. Sebagai contoh, seorang teknokrat atau ahli teknologi…
Mahkota Medical Center merayakan 30 tahun layanan IVF dengan gathering pasien di Pekanbaru serta edukasi…