Sejumlah warga binaan dikumpulkan selama berlangsungnya proses razia di blok hunian di Lapas Kelas II A Bagansiapiapi, Selasa (5/11/2024). (Lapas Bagansiapiapi untuk Riau Pos)
BAGANSIAPIAPI (RIAUPOS.CO) – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Bagansiapiapi melakukan razia terhadap dugaan beredarnya barang-barang terlarang di lingkungan lapas.
Kegiatan razia itu tak hanya dilakukan oleh pejabat di lingkungan internal lapas saja tapi juga melibatkan kehadiran aparat penegak hukum (APH) lain.
Razia yang menyisir barang-barang terlarang seperti narkoba, seluler dan lain-lain dipimpin Kepala Lapas Bagansiapiapi Ika Prihadi Nusantara, Selasa (5/11) pagi.
Kegiatan razia dilakukan di dalam blok warga binaan yang dipilih secara acak tanpa diketahui oleh warga binaan. Sementara selama kegiatan razia berlangsung warga binaan dikumpulkan di lapangan.
‘’Kegiatan razia gabungan dengan APH ini menjadi kegiatan yang biasa dilakukan, ini juga bagian dari untuk menindaklanjuti instruksi presiden agar bersinergi dalam memberantas narkoba,’’ kata Kalapas Bagansiapiapi Ika Prihadi Nusantara.
Ia menegaskan, Lapas Bagansiapiapi yang bernaung dalam Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan cukup intens melaksanakan berbagai kegiatan dalam pemberantasan narkoba.
‘’Presiden telah membentuk kabinet, dimana untuk Kemenkumham dipecah menjadi empat dan lapas tergabung dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atau kementerian Imipas. Tentunya target kinerja dari presiden dan pemerintah baru cukup intens bagaimana generasi penerus bangsa harus selamat dari narkoba,’’ katanya.
Dari kegiatan razia, petugas menemukan dan mengamankan sejumlah charger dan seluler serta minyak wangi dan balsem. Selanjutnya barang-barang itu disita. Selain itu juga dilakukan tes urine bagi warga binaan dan tak ditemukan yang positif.(fad)
Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…
Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…
Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…
Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…
Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…
Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…