Categories: Pelalawan

Kembangkan Lahan Sawah Bebas Residu

KUALAKAMPAR (RIAUPOS.CO) – Kecamatan Kuala Kampar memiliki potensi lahan pertanian seluas 9.200 hektare (Ha). Di mana dari luas lahan tersebut, baru tergarap seluas 7.200 Ha. Dari luas tersebut, 900 Ha telah ditanam padi sistim bebas rasidu yang berada di Desa Teluk Bakau dan Sungai Solok. Kemudian 3,200 Ha lahan lainnya ditaman padi bibit IP 200.

“Saat ini masih ada lahan seluas 2.000 Ha lagi yang masih belum tergarap untuk dijadikan lahan sawah,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Hortikultura Pelalawan H Zulkifli, Senin (18/3).

Dikatakannya, saat ini, masyarakat di Kuala Kampar, memerlukan bantuan alat berat untuk membangun turap. Pasalnya, lahan padi di daerah ini, berada tidak jauh dari pantai. Di mana turap yang ada saat ini dari pantai sekitar 20 meter, sehingga jika tidak teratasi dari sekarang lahan ini akan amblas dimasuki air asin.

“Selain itu, warga juga berharap Pemprov Riau dapat memberikan bantuan 4 unit traktor sebagai alat pengolahan lahan pertanian daerah ini. Dengan demikian, lahan pertanian sawah padi di Kecamatan Kuala Kampar ini dapat meningkat dan tentunya akan meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujarnya.

Untuk itu, sambungnya, pihanya sangat berharap Pemprov Riau, dapat memperhatikan peningkatan dan perkembangan kamajuan Pelalawan ini dalam segala bidang. Khususnya pengembangan lahan sawah padi di Kecamatan Kuala Kampar sebagai daerah lumbung padi Kabupaten Pelalawan.

“Sehingga, cita-cita pemerintah daerah untuk memberikan kesejahteraan kepada masyarakat, dapat tercapai dengan maksimal,” ujarnya.

Namun demikian, lanjut Zulkifli, pihaknya juga mengharapkan masyarakat, khususnya kecamatan Kuala Kampar, agar mampu memanfaatkan lahan yang begitu luas ini untuk mencukupi kebutuhan pangan. “Sehingga, dapat mewujudkan Pelalawan Maju sesuai visi dan misi Bupati Pelalawan,” paparnya.

Ditambahkannya, tanaman padi bebas residu ini, merupakan padi sehat dari bahan organik dan non organik yang tentunya akan mendukung program swasembada pangan nasional.(amn)

Redaksi

Recent Posts

Polres Bengkalis Musnahkan 8,2 Kg Sabu dan 5.005 Pil Ekstasi

Polres Bengkalis memusnahkan 8,2 kg lebih sabu dan 5.005 pil ekstasi. Hingga Juli 2026, polisi…

2 jam ago

Harga TBS Sawit Riau Periode 29 Juli-4 Agustus 2026 Naik, Ini Besarannya

Harga TBS sawit mitra plasma Riau naik menjadi Rp3.985,26 per kg untuk periode 29 Juli-4…

2 jam ago

Kafe A Tak Berizin dan Sudah Tiga Kali Ditegur, Satpol PP Kuansing Siapkan Langkah Tegas

Razia pekat di Kuansing mengamankan dua LC dan minuman alkohol. Kafe A yang tak berizin…

2 jam ago

Polisi Temukan 8 Paket Sabu, Residivis Narkoba Kabur dengan Tangan Terborgol

Pria di Siak yang kedapatan membawa 8 paket sabu kabur ke semak dan kebun sawit…

3 jam ago

Waspada DBD! Kasus di Kuansing Melonjak, 100 Warga Terserang pada Mei

Sebanyak 251 kasus DBD tercatat di Kuansing dalam enam bulan 2026. Warga diminta waspada dan…

3 jam ago

Riau Pos-HSBL 2026 Series Dumai Dimulai, 12 Tim Pelajar Berebut Jadi yang Terbaik

Riau Pos-HSBL 2026 memasuki series Dumai pada 29 Juli-1 Agustus. Sebanyak 12 tim putra dan…

5 jam ago