Petugas gabungan menutup lubang Jalan Lintas Timur Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan yang rusak, Rabu (14/2/2024). (M AMIN AMRAN/RIAU POS)
PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Banjir yang merendam Jalan Lintas Timur (Jalintim) Sumatera Km 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan bertahan di ketinggian 15 sentimeter (cm), Rabu (14/2). Setelah dibuka dua jalur, petugas kini fokus menutup jalan yang rusak akibat banjir.
“Kami bersama tim dari Balai Jalan Kementerian PUPR, Pemkab Pelalawan, dan personel gabungan saat ini fokus melakukan upaya penutupan lubang di jalintim. Seluruh lubang akan diperbaiki secara maksimal agar arus lalu lintas akan kembali normal,” ujar Kapolres Pelalawan melalui Kasatlantas AKP Akira Ceria SIK MM, Rabu (14/2).
Akira menambahkan, para pengendara diimbau waspada terhadap jalan rusak dan berlubang yang dapat mengancam kendaraan terperosok. Petugas gabungan masih berjaga untuk memberikan arah dan petunjuk kepada pengendara kendaraan, serta membantu mengevakuasi kendaraan yang terperosok di tengah genangan air.
Ya, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Riau telah melakukan survei ke jalan lintas yang saat ini mengalami kerusakan untuk mengetahui penanganan yang akan dilakukan. “Sambil menunggu surutnya banjir, nanti kami akan adakan studi lagi untuk jangka pendek, menengah dan panjang,” kata Kepala BPJN Riau Yohanis Tulak, Rabu (14/2).
Lebih lanjut dikatakannya, beberapa cara yang akan dilakukan untuk jalan lintas tersebut yakni dengan dibuat peninggian badan jalan atau membuat kaki seribu. Namun untuk memastikan penanganan yang akan dilakukan tetap perlu kajian terlebih dahulu. “Jangan sampai nanti kita tinggikan badan jalannya, justru airnya akan berdampak ke jembatan. Karena ini merupakan banjir kawasan,” sebutnya.
Untuk jangka pendek, pihaknya akan melakukan perbaikan jalan yang rusak terlebih dahulu agar memperlancar arus lalu lintas. Pasalnya, dari hasil peninjauan ke lokasi, beberapa titik jalan mengalami kerusakan akibat tergenang banjir.
“Karena itu merupakan jalan nasional, tentu akan menggunakan dana dari pemerintah pusat,” ujarnya.(amn)
Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan Zulfan mengatakan, berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, debit air Sungai Kampar terpantau tetap bertahan di angka 3,15 meter. ‘’Begitu juga tinggi permukaan yang merendam Jalintim Km 83 saat ini masih mencapai 15 cm,” bebernya.
Namun demikian, pihaknya optimistis dalam pekan ini banjir akan segera surut total. Pasalnya, Manajemen PLTA Koto Panjang Kampar telah melakukan pengurangan bukaan pintu pelimpahan (spillway gate). Hal ini karena kondisi inflow PLTA sudah mulai normal dipengaruhi curah hujan yang menurun.(amn/sol)
DPRD Kota Pekanbaru mendukung penuh langkah Pemko mematangkan pembangunan Jalan Lingkar 70 guna mengurai kemacetan…
Warga Lorong Karya Bersama Parit 16 Tembilahan, Inhil, terpaksa bergotong-royong mengecor jalan rusak secara swadaya…
Anggaran perjalanan dinas (SPPD) anggota DPRD Kuansing pada APBD Murni 2026 menyentuh Rp10,4 miliar dan…
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan bahwa Rumah Dinas Wali Kota terbuka bagi warga yang…
The Zuri Hotel Pekanbaru menggelar paket makan malam "Flames and Flavours – All You Can…
Kantor Imigrasi Kelas I TPI Pekanbaru menindak tegas WN Malaysia berinisial MMM dengan sanksi deportasi…