Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH bersama pihak kecamatan foto bersama usai meninjau kondisi banjir yang merendam akses badan jalan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Pelalawan, Jumat (10/1/2025) siang. (POLSEK UKUI UNTUK RIAU POS)
UKUI (RIAUPOS.CO) – DESA Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui kembali dilanda banjir akibat meluapnya air Sungai Nilo.
Alhasil, kondisi tersebut telah membuat ruas badan jalan dan pekarangan rumah masyarakat di desa itu kembali digenangi air dengan ketinggian mencapai 50 cm atau hampir setinggi paha orang dewasa.
Banjir itu tentunya cukup mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Pasalnya, akses jalan tidak bisa dilalui masyarakat menggunakan sepeda motor dan kendaraan roda empat ke atas. Dan warga terpaksa pakai sampan atau pompong untuk beraktivitas.
‘’Dampak meluapnya debit air Sungai Nilo telah menyebabkan ruas jalan darat di Desa Lubuk Kembang Bunga direndam air dengan ketinggian mencapai 50 centimeter atau hampir setinggi paha orang dewasa,’’ terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK melalui Kapolsek Ukui AKP Rudi Hardiyono SH kepada Riau Pos, Jumat (10/1) via selulernya.
Diungkapkannya, berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, debit air Sungai Nilo mengalami peningkatan hingga mencapai 150 Cm. Sedangkan kenaikan level air Sungai Nilo dipengaruhi oleh hutan di kawasan hulu Sungai Nilo yakni wilayah Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) yang sudah gundul akibat pembalakan maupun perambahan. Sehingga menyebabkan terjadinya erosi dan sedimentasi di aliran sungai akibat hilangnya vegetasi hutan yang mengurangi kapasitas sungai menampung air, khususnya saat curah hujan tinggi
‘’Atas kondisi tersebut, debit air Sungai Nilo menjadi meluap. Sehingga menyebabkan akses jalan darat sepanjang 200-500 meter menjadi terputus akibat terendam air,’’ paparnya.
Dijelaskannya, meski air merendam dan menggenangi ruas badan jalan, namun kondisi banjir tidak sampai merendam rumah warga. Pasalnya, warga yang telah erbiasa mengalami bencana tahunan ini, telah terlebih dahulu melakukan antisipasi dengan membuat rumah panggung dengan ketinggian 3-5 meter dari ketinggian air Sungai Nilo.
“Jadi sejauh ini, berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan, belum ada rumah warga yang direndam banjir, karena warga telah mengantisipasi terlebih dahulu dengan membuat rumah panggung. Artinya, areal pemukiman warga yang terendam hanya sebatas pekarangan serta badan jalan dan belum ada rumah yang terdampak,’’ sebutnya.
Ditambahkan Kapolsek, dengan adanya kejadian bencana alam ini, maka pihaknya bersama tim gabungan telah mendirikan posko siaga untuk membantu masyarakat.(hen)
Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…
Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…
Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…
Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…
Kepala Desa Koto Tandun diamankan polisi terkait dugaan kasus narkoba. Pemkab Rohul memastikan pelayanan pemerintahan…
PSMTI Riau menggelar pertemuan dengan FPK Riau untuk memperkenalkan Lindawati sebagai ketua baru dan memperkuat…