Categories: Pelalawan

Remaja 14 Tahun Ditemukan Tewas di Semak, Diduga Korban Tabrak Lari di Pelalawan

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) – Warga Kabupaten Pelalawan digemparkan oleh penemuan sesosok mayat remaja pria di semak-semak pinggir jalan dekat tanjakan Simpang Perak, Desa Delik, Kecamatan Pelalawan, Sabtu (5/4) sekitar pukul 13.30 WIB.

Penemuan ini pertama kali tersebar melalui video yang diunggah akun Maulana di Instagram Infopangker. Dalam video tersebut, tampak mayat yang mulai membusuk berada di semak dengan kondisi tertimpa sepeda motor rusak parah. Diduga kuat korban mengalami kecelakaan lalu lintas dan menjadi korban tabrak lari.

Kasi Humas Polres Pelalawan, AKP Edy Harianto SH, membenarkan penemuan tersebut. Ia menjelaskan bahwa korban adalah Naufal Arkan Hadi, remaja berusia 14 tahun, warga Jalan Hangtuah SP 6, Desa Makmur, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Penemuan dilakukan di Km 1 Jalan Buatan Siak, Desa Delik.

Menurut keterangan pihak kepolisian, ayah korban terakhir kali berkomunikasi dengan anaknya pada Jumat malam (4/4) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban mengatakan sedang berada di Koto Gasib, Siak. Namun, dua jam kemudian, ponselnya tidak lagi aktif. Keesokan harinya, warga melapor ke pos polisi mengenai penemuan mayat di lokasi kejadian.

Petugas yang datang ke tempat kejadian menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, tertimpa motor dengan nomor polisi BM 2130 CI. Jenazah segera dievakuasi ke RS Amelia Medika untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Di lokasi kejadian juga ditemukan dump truck bermuatan sulfur dengan nomor polisi B 9521 TYT dalam kondisi rusak dan tanpa penerangan. Diduga kuat kendaraan tersebut terlibat dalam kecelakaan, mengingat ditemukan bekas benturan, serpihan motor, jaket korban, dan percikan darah di bagian roda belakang truk.

“Pengemudi dump truck diduga melarikan diri. Kami masih memburu pelaku,” ujar AKP Edy.

Hasil visum menunjukkan korban mengalami luka serius di kepala bagian belakang, patah pada lengan dan paha kiri, serta luka lecet di beberapa bagian tubuh. Namun, tidak ditemukan tanda kekerasan lain selain akibat benturan.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan resmi. Kasus ini kini dalam penyelidikan lebih lanjut oleh Satlantas Polres Pelalawan.

“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan berlalu lintas dan kehadiran rambu serta penerangan jalan yang memadai,” tutup Edy.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

18 jam ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

3 hari ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

3 hari ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

3 hari ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

3 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

3 hari ago