Categories: Kepulauan Meranti

Bakteri E Coli Penyebab Keracunan Massal Murid SD di Meranti

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti mengungkapkan penyebab keracunan massal peserta didik DN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang, Kabupaten Kepulauan Meranti beberapa pekan lalu. 

Dari pengujian sampel Laboratorium Kesehatan dan Lingkungan (Labkesling) terhadap makanan dan minuman seluruh korban ternyata terkontaminasi bakteri Escherichia Coli (E Coli).

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kepulauan Meranti M Fahri SKM kepada Riau Pos, Kamis (13/6). “Penyebab keracunan makanan karena bakteri E Coli. Bakteri ini berkaitan dengan kebersihan, bisa disimpulkan jajanan yang dijual saat itu tidak higienis,” ujarnya.

Disampaikan Fahri, adapun sejumlah jajanan yang sempat diamankan dari kantin sekolah dan tempat jual jajanan di sekitar sekolah adalah sosis goreng, minuman dan air es batu. Selain itu, juga dibawa sejumlah jajanan kemasan dari berbagai merk.

Hanya saja, dari sejumlah sampel yang dibawa ke Labkesling itu, sebagian besarnya berstatus negatif. Sementara pada sosis goreng, minuman air putih dan es batu positif terdapat bakteri E Coli.

Atas kejadian ini, dia mengatakan mereka telah memerintahkan Puskesmas setempat untuk segera berkoordinasi dengan pihak sekolah. Bagaimana pun, kantin yang biasanya menjual jajanan untuk para siswa ini terdapat di lingkungan sekolah.

Dia menekankan, perlunya penjual jajanan memastikan makanan yang disediakan itu dalam keadaan bersih dan higienis.

“Bisa jadi air dimasak itu kurang mendidih lalu diminum siswa. Atau wadah sosis gorengnya terbuka dan siswa yang makan juga tidak cuci tangan, ini bisa menjadi penyebab. Kedepan, kita minta Puskesmas untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah agar memastikan jajanan yang di jual itu terjaga kebersihannya,” ujarnya.

Kepada siswa dan semuanya juga harus menjaga kebersihan, cuci lah tangan sebelum makan. Diberitakan sebelumnya, sebanyak 65 siswa SDN 05 Dwi Tunggal Kecamatan Rangsang mengalami keracunan makanan. Kejadian ini bermula pada hari, Rabu (29/5) lalu.

Menurut Kepala SDN 05 Dwi Tunggal Wulandari SPd SD, kejadian awalnya diketahui dari informasi yang diterimanya, ada delapan orang siswa dirawat intensif oleh bidan desa setempat karena diduga keracunan makanan. Setelah itu, informasi ini diteruskannya ke grup sekolah agar para guru menelusuri potensi bertambahnya korban lain.

“Setelah itu, informasinya saya terima, jumlah siswa yang mengalami gejala sama bertambah menjadi 28 orang,” kata Wulandari.

Rupanya seiring waktu berjalan, terpantau ada sebanyak 65 orang siswa dengan usia 7 hingga 12 tahun mengalami gejala yang sama. Sementara 34 di antaranya itu sempat mendapat perawatan di Puskesmas Tanjung Samak.(wir)






Reporter: Wira Saputra

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Sempat Dirawat Hampir Sebulan, JCH Asal Pekanbaru Wafat di Batam Sebelum Berangkat ke Tanah Suci

JCH asal Pekanbaru meninggal dunia di Batam setelah menjalani perawatan hampir sebulan sebelum keberangkatan haji.

2 hari ago

Kecelakaan Maut di Tol Permai, Dua Meninggal dan Enam Luka Berat

Kecelakaan tunggal di Tol Pekanbaru–Dumai diduga akibat microsleep. Dua orang meninggal dunia, enam luka berat.

2 hari ago

Sidang Korupsi Abdul Wahid Kembali Bergulir, Jaksa Soroti CCTV Rusak dan Tas Mewah Hasil Sitaan

Sidang Abdul Wahid kembali digelar. Jaksa KPK menyoroti CCTV rusak dan temuan barang mewah saat…

2 hari ago

Wahana FC Sudah Lolos, PSSI Riau Masih Buka Peluang Tambah Satu Wakil

PSSI Riau masih mengupayakan tambahan kuota Liga 4 nasional agar Energi Bintang Riau berpeluang menyusul…

2 hari ago

Warga Tembilahan Padati Pasar Murah, Harga Bahan Pokok Lebih Bersahabat

Gerakan Pangan Murah di Tembilahan dipadati warga yang berburu kebutuhan pokok terjangkau menjelang Hari Raya…

2 hari ago

Jembatan Merah Putih Presisi di Logas Rampung, Akses Warga Kini Lebih Mudah

Jembatan Merah Putih Presisi di Desa Logas selesai dibangun dan diharapkan mempermudah mobilitas serta aktivitas…

2 hari ago