Categories: Kepulauan Meranti

Jembatan Panglima Sampul Ambruk Total, Transportasi Terhenti dan Jaringan Telekomunikasi Lumpuh

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO) – Jembatan Panglima Sampul di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Kabupaten Kepulauan Meranti, kembali ambruk pada Ahad malam (4/1) sekitar pukul 19.13 WIB. Keruntuhan terjadi di sisi Desa Gogok, menyusul ambruknya sisi Desa Alai pada Mei 2024 lalu.

Dengan runtuhnya kedua sisi, jembatan yang dibangun pada 2002 tersebut kini sepenuhnya jatuh ke Sungai Perumbi dan tidak lagi berfungsi sebagai penghubung antarwilayah. Kondisi struktur yang menurun, material yang telah menua, serta penyangga yang rusak membuat jembatan tak mampu lagi menopang beban.

Pantauan di lokasi pada Senin (5/1) pagi menunjukkan badan jembatan sepanjang sekitar 210 meter menutup total alur Sungai Perumbi. Akibatnya, seluruh aktivitas transportasi air terhenti. Kapal nelayan, perahu pengangkut hasil produksi, hingga angkutan sagu dan arang dari wilayah hulu tidak dapat melintas.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kepulauan Meranti, Muhamad Fahri, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan hingga kini belum ada solusi cepat untuk membuka kembali akses pelayaran karena alur sungai tertutup sepenuhnya.

“Benar, Jembatan Panglima Sampul kembali ambruk. Saat ini belum ada solusi cepat karena akses sungai tertutup total. Penanganan jembatan ini juga bukan sepenuhnya kewenangan pemerintah daerah,” ujar Fahri.

Menurut Fahri, langkah yang dapat ditempuh dalam waktu dekat adalah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau, terutama terkait pemindahan sisa rangka jembatan yang menutup alur sungai.

“Kami akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan memindahkan bangkai jembatan agar alur sungai bisa dibuka kembali,” katanya.

Ia menegaskan kondisi tersebut sudah masuk kategori darurat karena Sungai Perumbi merupakan jalur transportasi utama masyarakat, khususnya nelayan dan pelaku usaha di kawasan hulu.

Selain memutus akses transportasi darat dan sungai, ambruknya jembatan juga berdampak pada jaringan komunikasi. Sejak Ahad malam, layanan telepon dan internet di sejumlah wilayah Kepulauan Meranti, termasuk Selatpanjang, mengalami gangguan berat dan sempat lumpuh hampir delapan jam.

Gangguan mulai dirasakan sekitar pukul 19.30 WIB. Aktivitas komunikasi masyarakat terganggu, pesan tidak terkirim, dan layanan internet tidak dapat diakses. Jaringan Telkomsel dilaporkan paling terdampak, sementara beberapa operator lain masih berfungsi secara terbatas.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kepulauan Meranti, Muhlisin SKom, membenarkan gangguan tersebut. Ia menjelaskan penyebab utama gangguan adalah putusnya kabel fiber optik yang terpasang di badan jembatan dan ikut tertarik saat struktur runtuh.

“Gangguan jaringan terjadi hampir merata di wilayah Kepulauan Meranti. Informasi sementara, kabel jaringan terputus akibat patahan Jembatan Panglima Sampul,” ujar Muhlisin.

Petugas Telkom terlihat melakukan perbaikan sejak malam kejadian dengan membentangkan kabel fiber optik baru. Namun, proses perbaikan terkendala karena titik sambungan kabel di dalam tanah ikut terlepas dan sulit ditemukan.

Jaringan komunikasi baru berangsur pulih sekitar pukul 03.00 WIB. Selama gangguan berlangsung, warga terpaksa menggunakan kartu perdana alternatif atau membeli paket data tambahan agar tetap terhubung.

Sementara itu, General Manager Network Operations and Productivity Telkomsel Sumbagteng, Agus Sugiarto, menjelaskan penurunan kualitas jaringan Telkomsel dan IndiHome di Kepulauan Meranti disebabkan putusnya kabel serat optik akibat ambruknya jembatan.

“Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan Telkomsel dan IndiHome di Kabupaten Kepulauan Meranti,” ujarnya.

Agus menambahkan, sejak pukul 03.00 WIB, Senin (5/1), layanan Telkomsel dan IndiHome telah kembali normal setelah dilakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak untuk mempercepat perbaikan infrastruktur jaringan.(wir)

Redaksi

Recent Posts

983 Mahasiswa Baru Ikuti PKKMB UHTP, Mendiktisaintek Tekankan Tridarma Perguruan Tinggi

Sebanyak 983 mahasiswa baru mengikuti PKKMB UHTP 2026. Kegiatan membekali mahasiswa dengan karakter, integritas, dan…

15 jam ago

Hilang Saat Memancing di Sungai Indragiri, Ahmad Diar Ditemukan Meninggal

Ahmad Diar, warga Tembilahan, ditemukan meninggal di Sungai Indragiri setelah dilaporkan hilang saat memancing di…

15 jam ago

Pemko Pekanbaru Gelar Salat Istiska di Tengah Kabut Asap Karhutla

Pemko Pekanbaru menggelar Salat Istiska untuk memohon hujan di tengah kabut asap kiriman akibat karhutla…

15 jam ago

Kabut Asap Pekanbaru Menebal, Jarak Pandang Pengendara Terbatas hingga 3 Kilometer

Kabut asap Pekanbaru makin pekat Rabu pagi dengan jarak pandang 2,5-3 km dan kualitas udara…

16 jam ago

Kapal Ro-Ro Masuk Docking, Pelayanan Penyeberangan Bengkalis Dikeluhkan Pengguna

Pengguna Ro-Ro Bengkalis mengeluhkan antrean hingga 3 jam akibat pengurangan armada yang masuk docking pada…

16 jam ago

Usai Penggeledahan Kejari, Bupati Asmar Pastikan Pemerintahan Meranti Tetap Berjalan

Bupati Meranti Asmar menghormati penyidikan dugaan korupsi anggaran kendaraan dinas, BBM, dan pelumas yang ditangani…

16 jam ago