Categories: Kampar

Dosen Poltekkes Kemenkes Riau Edukasi Pencegahan Stunting

KAMPAR (RIAUPOS.CO) – Dalam upaya mengedukasi masyarakat di Provinsi Riau dalam bahaya stunting masih menjadi salah satu tantangan terbesar dalam pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

Dosen Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Riau menggelar kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Ranah Singkuang Kebupaten Kampar, Sabtu (19/7) lalu.

Kegiatan ini dilakukan oleh Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau Irma Susan Paramita SGz MKes.

Menurut Irma Susan Paramita SGz MKes, berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2022 menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia masih berkisar 21,6 persen. Angka ini memang menurun dari tahun-tahun sebelumnya, namun tetap mengkhawatirkan karena berada di atas standar maksimal yang ditetapkan WHO, yakni 20 persen. Stunting bukan hanya persoalan kurang gizi, melainkan berimplikasi pada rendahnya kecerdasan, daya saing, bahkan produktivitas generasi mendatang.

Berangkat dari keprihatinan tersebut, pihaknya melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Ranah Singkuang, Kabupaten Kampar.

Mengangkat tema “Pembinaan Remaja Putri melalui Kelompok Gen Z Sadar Gizi sebagai Upaya Pencegahan Stunting”, kegiatan ini melibatkan remaja putri sebagai peserta utama, sekaligus menempatkan mereka sebagai agen perubahan di lingkungan masing-masing.

Metode pembinaan remaja putri dilakukan dengan pendekatan partisipatif yaitu memberdayakan remaja putri melalui edukasi mengenai pentingnya gizi seimbang dalam 1.000 HPK dan pencegahan stunting, pelatihan pengukuran antropometri remaja dan balita dan demonstrasi pembuatan menu sehat berbasis pangan lokal (ikan patin) untuk mencegah stunting sehingga dapat membantu peningkatan pemahaman dan pengelolaan gizi dirinya tetapi juga pengelolaan gizi keluarga diharapkan dapat dioptimalkan.

‘’Apa yang kami lakukan di Desa Ranah Singkuang menunjukkan pencegahan stunting dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni membangun kesadaran gizi pada generasi muda. Jika program serupa diperluas ke desa-desa lain, lahirnya sebuah gerakan masif yang melibatkan remaja sebagai penggerak utama,’’ katanya.(ayi/c)






Reporter: Redaksi Riau Pos Riau Pos

Redaksi

Recent Posts

Cegah Abrasi Sungai Indragiri, Mahasiswa ITB-I Tanam 100 Pohon

Mahasiswa ITB-I bersama Forkopimda Inhu menanam 100 pohon di bantaran Sungai Indragiri sebagai upaya mencegah…

13 jam ago

Generasi Terbaru Honda Vario 125 Hadir di Pekanbaru dengan Varian Street

PT CDN meluncurkan All New Honda Vario 125 di Pekanbaru dengan desain baru dan varian…

13 jam ago

Sambut Imlek 2577, PBBI dan PKMR Gelar Baksos di Rokan Hilir

PBBI dan PKMR menggelar baksos Imlek 2577 di Rohil dengan pembagian sembako serta layanan pengobatan…

13 jam ago

Energi Mega Persada Bangga Dukung Riau Pos Fun Bike 2026

Energi Mega Persada menyatakan kebanggaannya menjadi sponsor Riau Pos Fun Bike 2026 sebagai bentuk dukungan…

14 jam ago

Laporan Warga, Wawako dan Kapolresta Cek Dugaan Pesta Waria di New Paragon

Pemko dan Polresta Pekanbaru mendatangi New Paragon KTV menyusul laporan masyarakat terkait dugaan kontes waria…

14 jam ago

RS Awal Bros Sudirman Hadirkan Teknologi Neurorestorasi

RS Awal Bros Sudirman menghadirkan layanan neurorestorasi berbasis TMS sebagai harapan baru pemulihan pasien stroke…

14 jam ago