Categories: Kampar

Jembatan Sikijang Hampir Runtuh

BANGKINANG, (RIAUPOS.CO) – Satu jembatan sepanjang 20 meter yang melintas di atas Sungai Tapung di Desa Sikijang, hampir runtuh. Jembatan yang sebagian besar berbahan dasar kayu tersebut terlihat sudah lapuk. Jembatan tersebut sudah sangat tidak layak dilewati, terutama oleh kendaraan roda empat.

Terkait kondisi jembatan yang memperihatinkan tersebut, Bupati Kampar Catur Sugeng Susanto bersama sejumlah pejabatnya meninjau lokasi. Kendati jembatan ini cukup jauh dari pusat ibu kota Kabupaten Kampar, hampir di pelosok, namun Catur Sugeng memastikan, tidak akan ada kesenjangan pembangunan lagi di Kampar. Jembatan tersebut segera dibangun baru.
''Kami minta seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkoordinasi baik dengan anggota DPRD, camat, kepala desa maupun seluruh komponen masyarakat untuk menyerap aspirasi masyarakat. Sehingga kita ketahui apa keperluan dan prioritas. Seperti jembatan ini yang memang harus segera diperbaiki,'' sebut bupati.

Jembatan yang mengalami kerusakan parah itu tepatnya berada di atas Sungai Tapung Kanan. Jembatan tersebut sudah lapuk dimakan usia dengan kayu-kayu penyangga sudah pecah dan terlihat keropos. Papan alas jembatan juga sudah banyak yang lapuk dan lepas. Kondisi jembatan tersebut serta berpotensi membahayakan kendaraan, terutama kendaraan roda dua. Jembatan itu menurut bupati harus diprioritaskan, karena merupakan akses utama masyarakat Desa Sikijang.

Rabu (24/2) lalu, Catur Sugeng menghadiri lansung musrenbang tingkat kecamatan di Kecamatan Tapung Hilir. Turut hadir pada musrembang tersebut Kepala DLH Aliman Makmur, Kepala Diskominfo Arizon, Plt Kepala Dinas Damkar dan Penyelamatan Yuricho Efri dan sejumlah pejabat. Pada kesempatan itu bupati menekankan pentingnya pemerataan pembangunan di Kabupaten Kampar.

''Kita akan melaksanakan pembangunan secara merata untuk menghindari kesenjangan pembangunan di wilayah Kabupaten Kampar. Salah satu daya dan upaya telah kita lakukan adalah melaksanakan pengentasan daerah terisolir yang selama ini seperti tidak tersentuh pembangunan. Ini sudah berjalan, seperti pembangunan jalur interprestasi yang akan melewati 9 desa di Kampar Kiri Hulu,'' terangnya.(ade)

 

Firman Agus

Share
Published by
Firman Agus

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

22 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

1 hari ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

1 hari ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

2 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

3 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

3 hari ago