Arus mudik dari Pekanbaru menuju Sumbar serta arus balik dari Sumbar menuju Riau di jalan lintas yang melewati wilayah Kabupaten Kampar terpantau mengalami kepadatan lalu lintas, Senin (23/3/2026). (Dishub Kampar untuk Riaupos.co)
KAMPAR (RIAUPOS.CO) — Arus mudik dari Pekanbaru menuju Sumatera Barat serta arus balik dari arah sebaliknya di wilayah Kabupaten Kampar terpantau padat merayap, Senin (23/3/2026). Kepadatan ini terjadi terutama di sekitar pintu Tol XIII Koto Kampar yang menjadi titik pertemuan kendaraan dari dua arah.
Kondisi lalu lintas yang padat mulai terlihat sejak sehari sebelumnya. Volume kendaraan meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran dan cuti bersama.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kampar melalui Kabid Lalu Lintas, Edi Yusri, menyebutkan bahwa kepadatan terjadi dari dua arah, baik kendaraan yang menuju Sumatera Barat maupun yang kembali ke Riau.
“Terpantau terjadi kepadatan di pintu Tol XIII Koto Kampar dari kedua arah, baik Riau ke Sumbar maupun sebaliknya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, peningkatan jumlah kendaraan dipicu aktivitas masyarakat yang tidak hanya melakukan perjalanan silaturahmi, tetapi juga memanfaatkan libur Lebaran untuk berwisata.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean panjang di sejumlah titik strategis, terutama pada jam sibuk pagi hingga sore hari.
Selain itu, penggunaan kendaraan pribadi yang masih menjadi pilihan utama masyarakat turut memperparah kepadatan lalu lintas di jalur lintas Riau–Sumbar.
Untuk mengantisipasi kemacetan, Dinas Perhubungan Kampar bersama aparat gabungan dari kepolisian, TNI, dan instansi terkait telah melakukan berbagai langkah pengaturan di lapangan.
Petugas disiagakan di titik-titik rawan guna mengatur arus lalu lintas serta memberikan pelayanan kepada pengguna jalan.
Edi Yusri juga mengimbau pengendara untuk selalu berhati-hati selama perjalanan dan memanfaatkan pos pelayanan terpadu yang telah disediakan.
“Jika merasa lelah, pengendara dapat beristirahat di pos pelayanan yang juga menyediakan layanan pemeriksaan kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, keberadaan pos pelayanan terpadu sangat penting untuk menjaga keselamatan, terutama bagi pengemudi yang menempuh perjalanan jarak jauh.
Lebih lanjut, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada Selasa (24/3/2026), bertepatan dengan berakhirnya masa cuti bersama dan dimulainya kembali aktivitas kerja.
Untuk itu, petugas telah menyiapkan skema pengamanan tambahan guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di titik rawan kemacetan.
Pemantauan lalu lintas akan terus dilakukan secara berkala, termasuk kemungkinan penerapan rekayasa lalu lintas jika terjadi peningkatan volume kendaraan secara signifikan.
Dishub Kampar juga mengingatkan masyarakat agar memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan baik sebelum bepergian, mematuhi rambu lalu lintas, serta menjaga kondisi fisik agar tetap prima selama berkendara.
Dengan sinergi antara petugas dan masyarakat, diharapkan arus mudik dan balik Lebaran di wilayah Kampar dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga akhir masa libur panjang.(kom)
Pemerintah perpanjang batas lapor SPT hingga 30 April 2026. Wajib pajak kini punya waktu tambahan…
Polisi musnahkan 9 rakit PETI di Inhu dan Kuansing. Pelaku diduga kabur sebelum petugas tiba…
Warga Bagansiapiapi antre BBM hingga 1 jam usai Lebaran. Lonjakan konsumsi picu antrean, pemerintah pastikan…
Pemko Pekanbaru perketat kriteria bantuan pangan, namun jumlah penerima naik jadi 63 ribu KK lewat…
Lubang besar di Jalan HR Soebrantas Pekanbaru membahayakan pengendara. Warga minta segera diperbaiki karena rawan…
Karhutla di Rupat Bengkalis meluas hingga 50 hektare. Kemarau, akses sulit, dan minim air jadi…