Categories: Kampar

Kajari Temui Kelompok Tani

BANGKINANG (RIAUPOS.CO) – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kampar terus berupaya mengumpulkan data dan menggali informasi mengungkap dugaan permainan penyaluran pupuk subsidi atau mafia pupuk.

Setelah sebelumnya dalam operasi intelijen, tim peyelidik Kejari Kampar turun langsung di Kecamatan Bangkinang Kota, Rabu (11/5). Tim penyelidik yang langsung dipimpin Kajari Kampar Arif Budiman kembali menemui kelompok tani yang ada di Kecamatan Salo.

"Tim penyelidik yang dipimpin Kajari Kampar, Rabu (11/5) melaksanakan penyelidikan dengan turun langsung mendatangi beberapa kelompok tani yang berada di Kecamatan Salo," sebut Kasi Intel Kejari Kampar Silfanus Rotua Simanullang, Kamis (12/5).

Dijelaskan Silfanus, dari beberapa anggota kelompok tani yang berhasil ditemui tim penyelidik Kejari Kampar, didapati adanya beberapa fakta dan data yang tidak sesuai dengan apa yang ada di dokumen yang dimiliki penyelidik.

"Di sini kita temukan fakta dari dokumen pembelian pupuk bersubsidi pada 2020 dan 2021. Ada dari beberapa anggota kelompok tani tersebut tidak membenarkan atau mengakui dokumen pembelian tersebut. Mereka tidak pernah membeli dan menanda tangani dokumen tersebut yang diperlihatkan penyelidik," ungkap Silfanus.

Selain itu, kata Silfanus, dari penelusuran tim penyelidik ditemukan ada benar  nama kelompok tani yang tertera di dokumen pembelian tersebut. Namun harga yang mereka beli di atas harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditentukan dan ditandatangani oleh Kadis Pertanian Kabupaten.

"Ada lagi yang kita temukan di lapangan, pupuk subsidi ini dibeli orang-orang yang namanya tidak tertera di dokumen Rencana Definitif Kebutuhan Kelompoktani (RDKK). Seharusnya yang berhak menerima pupuk subsidi tersebut adalah petani yang namanya sudah ada di RDKK, serta disetujui Kementan berdasarkan usulan Dinas Pertanian Kabupaten," imbuhnya.

Dalam waktu dekat tim penyelidik Kejari Kampar akan terus melakukan penyelidikan dengan mendatangi kelompok tani dan memanggil pihak-pihak terkait yang diduga terkibat dalam skandal mafia pupuk.(ade)

Laporan KAmarudin, Bangkinang

Edwir Sulaiman

Share
Published by
Edwir Sulaiman

Recent Posts

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

23 jam ago

Mandi di Sungai Kuantan Saat Pacu Jalur, Pasangan Suami Istri Terseret Arus

Pasangan suami istri terseret arus Sungai Kuantan saat mandi di tengah pacu jalur. Sang istri…

23 jam ago

SBK Apparel Siapkan Doorprize untuk Goweser Riau Pos

SBK Apparel mendukung Riau Pos Gowes Merdeka 2026 dan menyiapkan doorprize kulkas satu pintu untuk…

24 jam ago

PSPS Pekanbaru Sapu Bersih Tiga Laga Uji Coba, Modal Hadapi Championship 2026-2027

PSPS Pekanbaru meraih tiga kemenangan beruntun dalam laga uji coba dan mencetak enam gol sebagai…

1 hari ago

Baru Dua Pekan Ditimbun, Jalan Sontang-Duri Rusak Lagi hingga Bus Nyaris Terguling

Jalan Sontang-Duri kembali rusak setelah hujan, bahkan bus Pinem nyaris terguling. Warga meminta pemerintah segera…

1 hari ago

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Dikebut, Ditargetkan Dibuka Akhir 2026

Pembangunan Simpang Arifin Achmad-Sudirman Pekanbaru sudah mencapai 30 persen dan ditargetkan rampung serta dibuka pada…

1 hari ago