RENGAT (RIAUPOS.CO) – Kapolres Indragiri Hulu (Inhu) AKBP Fahrian Saleh Siregar SIK MSi mengimbau seluruh personel harus menjunjung tinggi dan sikap netralitas pada Pilkada. Bahkan, masing-masing personel tidak boleh berpihak atau terlibat dalam politik praktis.
Hal itu disampaikannya berkaitan dengan tahapan pemilihan kepala daerah (bupati dan wakil bupati) sudah berjalan. “Kapolres menyampaikan imbauan dan penegasan itu kepada personel hingga ke tingkat Polsek jajaran,” ujar Kasubsi Penmas Aiptu Misran, Senin (5/8).
Kapolres sebutnya, meminta kepada masing-masing personel agar tetap mengacu kepada tugas Polri. Di mana salah satu tugas Polri itu adalah menjamin keamanan dan kelancaran penyelenggaraan pesta demokrasi 2024 khususnya di Kabupaten Inhu.
Sehingga setiap tahapan pilkada, tidak ada personel yang terlibat langsung. Apalagi saat ini, tahapan pilkada sudah mendekati pendaftaran bakal calon.
“Jelang pendaftaran tentunya adanya koalisi antar partai politik, ini bisa juga menjadi cela bagi personel terlibat langsung,” ungkapnya.
Begitu juga sebutnya, pasca pendaftaran bakal calon atau saat memasuki masa kampanye, tidak ada personel yang ikut serta. Karena masa kampanye bisa saja personel, dimanfaatkan bakal calon yang meyakinkan masyarakat.
Untuk itu katanya, apabila personel yang diketahui terlibat praktis dalam pilkada, akan ada sanksi tegas.
“Kapolres berkali-kali menyampaikan agar personel harus menjunjung tinggi dan sikap netralitas,” sambungnya.
Untuk pengamanan pilkada serentak itu, Polres akan menggelar apel siaga pada 23 Agustus 2024.(kas)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.