Categories: Indragiri Hilir

Harga Kelapa Bulat di Inhil Terus Anjlok, Petani Makin Terhimpit

INDRAGIRI HILIR (RIAUPOS.CO) – Harga kelapa bulat di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) kembali mengalami penurunan signifikan. Memasuki pekan keempat Januari 2026, harga komoditas unggulan daerah tersebut terus anjlok di tingkat petani.

Jika pada awal Januari 2026 harga kelapa jambul atau kelapa bulat masih berada di kisaran Rp4.500 per kilogram, kini harganya turun tajam menjadi Rp3.800 per kilogram.

Seorang petani kelapa di Kecamatan Mandah, Badlawi, mengungkapkan bahwa penurunan harga terjadi sangat cepat dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, hanya dalam dua hari, harga kelapa sudah turun hingga Rp600 per kilogram. Baik penjualan di pancang maupun di kapal, harganya sama-sama mengalami penurunan.

Kondisi tersebut membuat para petani kelapa semakin terhimpit. Pasalnya, biaya produksi dan operasional kebun masih tergolong tinggi, sementara harga kebutuhan pokok belum menunjukkan penurunan.

Ia mengaku jika kondisi ini terus berlanjut, pendapatan petani dikhawatirkan tidak mampu menutup biaya operasional kebun.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagtri) Inhil, TM Saifullah, membenarkan terjadinya penurunan harga kelapa di tingkat petani.

Ia menjelaskan, anjloknya harga dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik dari kondisi dalam negeri maupun dinamika pasar global.

Salah satu faktor utama adalah ketidakseimbangan antara pasokan dan permintaan. Saat ini pasokan kelapa cukup melimpah, sementara permintaan dari industri mengalami penurunan.

Selain itu, sejumlah perusahaan pengolahan kelapa dan penampung dilaporkan mengalami penumpukan stok, sehingga daya serap terhadap kelapa petani ikut melemah dan berdampak langsung pada harga.

Faktor eksternal juga turut mempengaruhi, terutama kondisi pasar ekspor. Negara tujuan utama seperti China mengalami tekanan harga akibat melimpahnya pasokan kelapa global, termasuk dari Vietnam.

Di tengah melemahnya daya beli negara tujuan ekspor dan ketidakpastian ekonomi global, situasi tersebut semakin menekan harga kelapa lokal.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Inhil disebut terus berupaya mencari solusi. Bupati Inhil telah meminta perhatian pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga terkait agar ada kebijakan penetapan batas ambang harga wajar kelapa dalam demi memberikan kepastian bagi petani. (*2/hen)

Redaksi

Recent Posts

Mantan Dirut PT SPRH Divonis 11 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi PI Rp64,2 Miliar

Mantan Dirut PT SPRH Rahman divonis 11 tahun penjara dalam kasus korupsi dana PI 10…

22 jam ago

Kebakaran Hebat di Jalan Belimbing Pekanbaru, Lima Kios Ludes Dilalap Api

Kebakaran menghanguskan lima kios di Jalan Belimbing, Pekanbaru. Damkar mengerahkan tujuh armada dan berhasil mencegah…

23 jam ago

Rapat Banggar Berujung Kericuhan, Bentrokan Pecah di Gedung DPRD Riau

Kericuhan di DPRD Riau usai rapat Banggar memicu bentrokan dua kubu. Polisi menyelidiki insiden, sementara…

24 jam ago

Polisi Ungkap Temuan Baru Kematian Dokter PPDS di Siak, Dua Jenis Obat Disita dari TKP

Polres Siak menyebut belum ditemukan tanda kekerasan secara kasat mata pada dokter PPDS yang meninggal.…

1 hari ago

Bupati Inhu Dorong UMKM Urus Sertifikat Halal Gratis, OPD Diminta Aktif Dampingi

Bupati Inhu meminta OPD mendampingi UMKM mengurus sertifikat halal gratis agar pelaku usaha memanfaatkan program…

2 hari ago

APHI Riau Dorong Pelaku Usaha Hutan Garap Peluang Bisnis Karbon Lewat Aturan Baru

APHI Riau dan Fairatmos menggelar diskusi perdagangan karbon guna memperkuat kapasitas pemegang PBPH menyambut implementasi…

2 hari ago