Categories: Indragiri Hilir

Perbaikan Jembatan Parit Tuamrak Tuai Protes, Akses Warga Terputus

TEMBILAHAN (RIAUPOS.CO)Perbaikan Jembatan Parit Tuamrak di Desa Kotabatu Reteh, Kecamatan Keritang, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menuai keluhan warga. Pengerjaan jembatan di ruas jalan provinsi tersebut dinilai dilakukan tanpa sosialisasi dan tidak mempertimbangkan momentum libur sekolah serta perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru).

Aktivitas rehabilitasi jembatan mengakibatkan terganggunya akses utama masyarakat. Bahkan, pada waktu tertentu jembatan tidak dapat dilalui kendaraan, sehingga menimbulkan antrean panjang dan menghambat mobilitas warga yang meningkat selama masa liburan.

Salah seorang warga Kotabatu Reteh, Jusman, mengaku kecewa karena tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada masyarakat terkait pekerjaan tersebut. Ia menilai waktu pelaksanaan perbaikan sangat tidak tepat.

“Tidak ada sosialisasi sama sekali. Anehnya, justru dikerjakan saat libur sekolah dan menjelang Natal serta Tahun Baru. Akibatnya, kami tidak bisa lewat,” keluh Jusman, Selasa (24/12).

Menurutnya, perbaikan jembatan terkesan dilakukan secara tergesa-gesa tanpa perencanaan yang matang. Jika terjadi kendala teknis dan pekerjaan tidak selesai tepat waktu, masyarakat akan sangat dirugikan.

“Ini terkesan dipaksakan. Kalau ada masalah di lapangan, kendaraan bisa mengantre lama. Dampaknya jelas merugikan masyarakat,” ujarnya.

Keluhan serupa juga disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Inhil dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Muammar Armain. Ia menilai, instansi terkait seharusnya memiliki standar operasional prosedur (SOP) yang jelas dalam pelaksanaan rehabilitasi jembatan, terutama pada jalur vital.

“Kalau jembatan direhab, seharusnya disiapkan jembatan alternatif meskipun sementara, agar akses masyarakat tidak terputus. Ini tidak ada sama sekali. Bukan berarti kami menolak pembangunan, justru kami mendukung, tapi harus kondisional,” tegas Muammar.

Meski demikian, Muammar berharap pengerjaan jembatan dapat diselesaikan secepat mungkin, mengingat tingginya mobilitas masyarakat selama libur Nataru.

“Kami minta kontraktor segera menyelesaikan pekerjaan ini. Kalau tidak ada jembatan alternatif, berarti pengerjaan harus singkat. Kalau sampai lebih dari satu hari dan tidak selesai, dampaknya bisa fatal bagi masyarakat,” pungkasnya.(*2)

Redaksi

Recent Posts

Tabebuya Bermekaran, Wajah Kota Pekanbaru Berubah Jadi Lebih Indah

Bunga Tabebuya bermekaran di sejumlah ruas jalan Pekanbaru. Warga terpesona melihat pemandangan kota yang lebih…

2 hari ago

Kalam Kudus Menang di Dua Laga, Putra-Putri Melaju ke Final HSBL Selatpanjang

Kalam Kudus meraih dua kemenangan pada HSBL Selatpanjang 2026 dan memastikan tim putra-putri melaju ke…

2 hari ago

Mengarak Tabak hingga Makan Beradat, Tradisi Melayu Batang Peranap Kembali Digelar

Festival Adat Batang Peranap menampilkan Beghagak Tabak, Caca Inai dan Makan Beradat sebagai upaya melestarikan…

3 hari ago

Harga Dexlite Melonjak, Antrean Biosolar di Pelalawan Mengular

Harga Dexlite naik Rp5.050 per liter, pengendara beralih ke biosolar hingga antrean di SPBU Pangkalan…

3 hari ago

Akses Pelabuhan Tanjung Harapan Dibangun Ulang, Ini Panjang dan Ketebalan Jalannya

Pelindo mulai meningkatkan jalan akses Terminal Tanjung Harapan Selatpanjang senilai Rp1,48 miliar untuk kenyamanan dan…

3 hari ago

Lahan 221 Hektare Jadi Sorotan, Mitra Agrinas dan Ninik Mamak Koto Garo Saling Lapor

Konflik pengelolaan lahan eks PT RAL di Koto Garo, Kampar, memanas setelah Mitra Agrinas dan…

3 hari ago