Categories: Bengkalis

Aspal Terakhir 1992, Jalan Poros di Kecamatan Bantan Pulau Bengkalis Kian Memprihatinkan

BENGKALIS (RIAUPOS.CO)Sejumlah ruas jalan poros di Pulau Bengkalis mengalami kerusakan parah dan dikeluhkan masyarakat. Warga berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bengkalis segera melakukan perbaikan agar akses transportasi dan perekonomian tidak semakin terganggu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, kerusakan jalan terlihat di sejumlah titik, mulai dari ruas Jalan Desa Bantan Air, Bantan Sari, Bantan Timur hingga menuju Desa Muntai Barat. Kondisi jalan dipenuhi lubang dalam dan sangat berbahaya, terutama saat tergenang air hujan maupun pasang laut.

“Sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. Sekarang kondisinya parah, lubangnya dalam. Kalau tergenang air, pengendara tidak tahu mana yang berlubang,” ujar Asir, warga Desa Bantan Sari, Kecamatan Bantan, Kamis (29/1).

Ia menjelaskan, jalan di wilayah tersebut terakhir kali diaspal pada 1992. Sejak itu, tidak ada pembangunan lanjutan dari pemerintah. Perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat swadaya masyarakat dengan penimbunan sederhana.

“Ditimbun sebentar, beberapa bulan kemudian rusak lagi. Apalagi kalau hujan dan air pasang. Jalannya sudah nyaris putus karena dekat sekali dengan aliran sungai,” keluhnya.

Keluhan serupa disampaikan Yanto, warga Desa Muntai Barat. Ia menilai kondisi jalan poros di Kecamatan Bantan sudah sangat memprihatinkan dan tak kunjung mendapat perhatian serius.

“Dua tahun lalu memang ada pembangunan jalan sistem rigid secara bertahap, tapi volumenya sangat kecil. Tahun 2023 dan 2024 hanya sekitar dua kilometer. Bahkan tahun 2025 dan 2026 tidak lagi dianggarkan,” ujarnya.

Menurut Yanto, jalan poros tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat. Kerusakan jalan berdampak langsung pada distribusi hasil perkebunan dan pertanian warga menuju Kota Bengkalis.

Sementara itu, kondisi jalan di wilayah ujung Pulau Bengkalis, tepatnya ruas Desa Kembung Luar menuju Desa Teluk Lancar, dinilai lebih memprihatinkan. Kontur tanah gambut membuat badan jalan mudah rusak dan sulit dilalui.

“Jalannya ditimbun pakai batang kelapa, jadi tidak rata dan susah dilewati. Kami berharap Pemkab Bengkalis segera memperbaiki jalan ini,” kata Salam, warga Dusun Melimau, Desa Kembung Luar.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bengkalis, Supardi, mengatakan pihaknya telah mulai melakukan pemetaan terhadap ruas-ruas jalan yang mengalami kerusakan.

“Saya yang baru menjabat sudah mengumpulkan tim untuk melakukan mapping jalan rusak. Nantinya akan dipetakan mana yang paling mendesak untuk segera diperbaiki,” jelasnya.

Ia menambahkan, perbaikan jalan menjadi perhatian pihaknya, terutama menjelang Hari Raya Idulfitri agar mobilitas masyarakat tetap lancar.(ksm)

Redaksi

Recent Posts

Ratusan Keluarga di Meranti Pilih Mundur dari Bansos

Di tengah tingginya angka kemiskinan, 280 keluarga di Kepulauan Meranti memilih mundur dari penerima bansos…

15 menit ago

Pelaku Tabrak Pekerja Marka Jalan Resmi Ditetapkan Jadi Tersangka, Terancam 6 Tahun Penjara

Seorang pekerja marka jalan tewas ditabrak minibus di Pekanbaru. Pengemudi yang lalai dan sempat kabur…

30 menit ago

SUV Premium Mitsubishi Destinator Makin Pintar dengan Mitsubishi Connect

Mitsubishi Destinator kini dilengkapi Mitsubishi Connect yang memungkinkan pemilik memantau dan mengendalikan kendaraan lewat smartphone…

17 jam ago

Rumah Sehat Fohow Resmi Dibuka di Pekanbaru, Hadirkan Terapi Meridian TCM

Rumah Sehat Fohow resmi dibuka di Pekanbaru dan menghadirkan terapi Meridian berbasis Traditional Chinese Medicine…

17 jam ago

Keren! Tim Mahasiswa PCR Wakili Asia Pasifik di AAKRUTI Global Texas

Empat mahasiswa PCR tergabung dalam Tim Darnakel menjadi satu-satunya wakil Indonesia dan Asia Pasifik di…

17 jam ago

Fordismari Kritik Penunjukan Pj Sekda Kampar, Ini Tuntutannya

Fordismari menggelar aksi di Kantor Bupati Kampar menolak penunjukan Ardi Mardiansyah sebagai Pj Sekda dan…

17 jam ago