Categories: Kepulauan Meranti

Ratusan Keluarga di Meranti Pilih Mundur dari Bansos

SELATPANJANG (RIAUPOS.CO)Di tengah mayoritas warga Kabupaten Kepulauan Meranti yang masih masuk kelompok masyarakat berpenghasilan rendah dan bergantung pada bantuan sosial, ratusan keluarga justru memilih keluar secara sukarela dari daftar penerima bantuan pemerintah.

Data Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dissos P3AP2KB) Kepulauan Meranti mencatat, hingga Desember 2025 terdapat 167.676 jiwa yang masuk dalam kelompok Desil 1 hingga 5 pada Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN). Kelompok ini dikategorikan sebagai masyarakat miskin hingga rentan miskin.

Sementara itu, penduduk yang tergolong relatif mampu atau masuk Desil 6 hingga 10 hanya berjumlah 41.228 jiwa.

Di balik tingginya angka tersebut, tercatat sebanyak 280 keluarga memilih melakukan graduasi mandiri, yakni mengundurkan diri dari status Keluarga Penerima Manfaat (KPM), meskipun masih tercatat dalam kelompok desil penerima bantuan.

“Graduasi ini adalah keluarga yang sebelumnya masuk Desil 1 sampai 5 dan berhak menerima bantuan, namun memilih keluar secara mandiri,” ujar Kepala Dissos P3AP2KB Kepulauan Meranti, Rokhaizal, didampingi Kabid Sosial Hasbul Munzir kepada RIAUPOS.CO, Kamis (29/1/2026).

Langkah ini dinilai mencerminkan mulai tumbuhnya kesadaran dan kemandirian ekonomi pada sebagian masyarakat, meskipun secara umum tingkat ketergantungan terhadap bantuan sosial masih tergolong tinggi.

Dari total penduduk kelompok desil rendah tersebut, penerima Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Desil 1 hingga 5 tercatat sebanyak 18.949 jiwa. Sementara penerima dari Desil 6 hingga 10 hanya 55 jiwa. Selain itu, penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan Nasional (PBI JKN) di Kepulauan Meranti mencapai 47.374 jiwa.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih membutuhkan intervensi negara, terutama untuk pemenuhan kebutuhan dasar di sektor pangan dan kesehatan.

Rokhaizal merinci, Kecamatan Tebing Tinggi menjadi wilayah dengan jumlah graduasi mandiri tertinggi, yakni 78 keluarga. Disusul Kecamatan Rangsang sebanyak 67 keluarga dan Kecamatan Tebing Tinggi Barat sebanyak 34 keluarga.

Selanjutnya, Kecamatan Rangsang Barat dan Pulau Merbau masing-masing mencatat 29 keluarga, Kecamatan Rangsang Pesisir 18 keluarga, Kecamatan Merbau 17 keluarga, Kecamatan Tasik Putri Puyu tujuh keluarga, serta Kecamatan Tebing Tinggi Timur menjadi yang terendah dengan satu keluarga.

“Ini menjadi indikator bahwa sebagian masyarakat mulai berupaya mandiri dan tidak lagi bergantung pada bantuan, meskipun secara keseluruhan jumlah warga yang membutuhkan perlindungan sosial masih sangat besar,” ujarnya.

Fenomena graduasi mandiri ini menjadi catatan penting bagi pemerintah daerah. Di satu sisi menunjukkan keberhasilan pemberdayaan pada kelompok tertentu, namun di sisi lain menegaskan bahwa tantangan utama Kepulauan Meranti masih terletak pada tingginya jumlah penduduk miskin dan rentan miskin yang memerlukan kebijakan ekonomi jangka panjang, bukan hanya bantuan bersifat sementara.

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Tampil Dominan di Final, Tim Putra SMA Darma Yudha Sabet Juara HSBL 2026 Pekanbaru Series

Tim putra SMA Darma Yudha Pekanbaru keluar sebagai champion Riau Pos-Honda HSBL 2026 Pekanbaru Series…

1 jam ago

Polda Riau Sosialisasi Uji Kompetensi Satpam dan Luncurkan Layanan KTA Keliling

Ditbinmas Polda Riau menggelar sosialisasi Uji Kompetensi Satpam sekaligus meresmikan inovasi pelayanan Perpanjangan KTA Satpam…

3 jam ago

Gajah Diego Mati di PLG Minas, Kematian Gajah Kelima di Riau Sepanjang 2026

Gajah jinak bernama Diego (17) mati di PLG Minas akibat infeksi pencernaan kronis. Ini menjadi…

1 hari ago

SMAN 1 dan Darma Yudha Siap Bentrok di Final Putri HSBL 2026 Pekanbaru

Sektor putri SMAN 1 Pekanbaru dan SMA Darma Yudha sukses melaju ke partai final HSBL…

1 hari ago

Sekda Nonaktif Kuansing Didakwa Suap Bupati Dua Mobil Mewah Demi Muluskan Jabatan

Sekda nonaktif Kuansing Zulkarnain didakwa menyuap Bupati nonaktif Suhardiman Amby dengan dua mobil mewah demi…

1 hari ago

Solar Subsidi Langka di Riau, Sopir Truk Rela Antre Hingga 6 Jam di SPBU

Kelangkaan solar subsidi memicu antrean panjang hingga 6 jam di berbagai wilayah Riau. Masyarakat desak…

2 hari ago