Categories: Bengkalis

September, 191 Persil Lahan Milik Pemkab Bengkalis Terbit Sertifikat

BENGKALIS (RIAU POS.CO) –   Aset lahan dan bangunan milik Pemkab Bengkalis, yang terdata lebih kurang 3.000 hektare dan diajukan sebanyak 343 persil sertifikatnya, baru bisa terakomodir sebanyak 191 persil.
‘’Insyaallah September nanti serifikatnya sudah selesai dan sudah diterbitkan oleh kami,’’ ujar Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bengkalis Ir  Dedy Fahlepi, Kamis (28/7/2021).
Disebutkan Dedy, sertifikat lahan dan bangunan milik Pemkab Bengkalis, dilakukan dalam rangka mendukung upaya integrasi serta pendampingan dengan lembaga anti rasuah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sehingga, aset-aset milik Pemkab Bengkalis terjaga dan tidak hilang atau diperjualbelikan.
“Ya. Ini merupakan atensi juga dari KPK. Maka dari itu dari usulan 434 persil. Insyaallah 191 persil bisa siap paling lambat September 2021 ini. Sedang dalam proses menuju terbit sertifikat, nantinya hal ini akan kita laporkan ke Bupati Bengkalis,” ujar Dedy Fahlepi saat ditemui di ruang kerjanya.
Untuk kendala sendiri kata Dedy, sejauh ini tidak ada kendala. Hanya saja, terkadang kendala terjadi saat adanya pergantian pejabat setempat di bagian aset Pemkab Bengkalis, sehingga koordinasi harus dilakukan secara terus menerus.
“Lahan atau aset-aset milik Pemkab Bengkalis itu terintegrasi dengan pendaftaran tanah sistematis lengkap (PTSL). Semuanya sudah rampung secara administrasi, tinggal penerbitan sertifikat hak pakainya saja,”ujarnya.
Sedangkan untuk PTSL, yang merupakan program pemerintah pusat, hari ini kondisinya sedikit tersendat-sendat. Sebab, kondisi pandemi Covid-19 ini membuat pelayanan menurun, akan tetapi tetap berjalan perlahan.
Kemudian lagi sambungnya, untuk wilayah Rupat banyak masyarakat di sana yang tidak mau lahan atau tanahnya di sertifikat dengan alasan, nantinya susah untuk menjualnya.
“Ya, untuk program PTSL sedikit tersendat. Salah satu daerah di pulau Rupat, saat ini masyarakatnya banyak yang menolak lahan atau tanahnya disertifikat dengan alasan, jika sudah bersertifikat susah untuk menjualnya. Lebih baik cukup surat dari camat langsung bisa dijual. Namun, kondisi ini beberapa kali juga kita jelaskan, bahwa sertifikat ini sangat bermanfaat dan merupakan dokumen hak milik atau kepemilikan tanah yang sah secara undang-undang,” tuturnya.
Sementara itu di Pulau Bengkalis tambahnya lagi, masalah yang dihadapi juga sangat pelik berkaitan dengan Peta Indikatif Penghentian Pemberian Izin Baru (PIPPIB). Penerbitan sertifikat bisa dilakukan sepanjang pemohon mengajukan permohonan pelepasannya ke Kementerian Kehutanan melalui Dirjen Planalogi.
“Khusus pulau Bengkalis, kami dihadapkan dengan PIPPIB, lahan yang masuk dalam kawasan PIPPBI. Jika memang lokasinya tidak dilahan gambut, bisa diajukan pelepasan melalui Kementerian Kehutanan atau Dirjen Planalogi. Setelah itu baru kita proses di BPN Bengkalis,” terangnya.
Laporan : Abu Kasim (Bengkalis)
Editor: Erwan Sani

Arif Oktafian

Share
Published by
Arif Oktafian

Recent Posts

Curanmor di Mandau Terbongkar, Polisi Amankan Tiga Terduga Pelaku dan Motor Curian

Polisi mengungkap dugaan curanmor di Mandau, Bengkalis. Tiga terduga pelaku diamankan dan satu unit Honda…

9 jam ago

Salat Istisqa Digelar di 15 Kecamatan, Wali Kota Pekanbaru Harapkan Hujan Padamkan Api

Pemko Pekanbaru dan warga menggelar Salat Istisqa di 15 kecamatan saat udara memburuk. Hujan rintik…

10 jam ago

Udara Tak Sehat, Pemkab Kuansing Hentikan Pembelajaran Tatap Muka Mulai Besok

Kabut asap kian tebal dan kualitas udara memburuk. Pemkab Kuansing meliburkan seluruh sekolah mulai Kamis…

10 jam ago

Kualitas Udara Pekanbaru Memburuk, Disdik Tetapkan Siswa PAUD hingga SMP Belajar dari Rumah

Kualitas udara Pekanbaru memburuk, siswa PAUD hingga SMP belajar daring dari rumah. MBG tetap disalurkan…

3 hari ago

Pacu Jalur Hari Keempat Memanas, 13 Jalur Berhasil Tembus Final

Pacu jalur hari keempat di Tepian Narosa berlangsung sengit. Sebanyak 13 jalur berhasil melaju ke…

4 hari ago

Pilkades Meranti 2026 Terancam Tertunda, Tiga Desa di Meranti Masih Kekurangan Calon

Tiga desa di Kepulauan Meranti masih kekurangan calon kepala desa untuk Pilkades 2026. Pendaftaran diperpanjang…

6 hari ago