Pokja DBD Dibentuk, Warga Diminta Jaga Lingkungan
DURI (RIAUPOS.CO) — Camat Mandau Riki Rihardi menghadiri sekaligus membuka Lokakarya Mini Lintas Sektoral TW (Triwulan) IV dan Pembentukan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD yang dipusatkan di gedung pertemuan Batin Betuah Duri.
Kegiatan yang ditaja Unit Pelayanan Teknis Puskesmas Duri Kota bersama Unit Pelayanan Teknis Puskesmas Pematang Pudu ini bertujuan meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat masyarakat dengan mewujudkan perilaku dan lingkungan yang sehat sehingga terhindar dari DBD.
Hadir di kegiatan itu seluruh lurah/kades, ketua RW, Ketua PKK dan Ketua Posyandu se-Kecamatan Mandau.
Camat Mandau Riki Rihardi menyampaikan pemerintah tidak bisa sepenuhnya mengatasi masalah DBD yang terjadi akhir-akhir ini karena wabah ini berhubungan dengan kebersihan lingkungan warga. "Mari peduli dan ikut bersama menjaga kebersihan lingkungan," ujar Riki kemarin.
Disampaikannya, Kecamatan Mandau dari awal sudah mencanangkan program kamis bersih untuk membersihkan lingkungan. Setiap Kamis pemerintah kecamatan dengan memboyong rombongan UPT, PKK, posyandu dan lainnya gotong royong membersihkan lingkungan di setiap kelurahan. Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi motivasi bagi warga untuk menjaga kebersihan lingkungannya.
"Kamis bersih yang kami laksanakan tak kan ada artinya jika tidak diikuti peran serta masyarakat," ujar Riki. Untuk itulah, Riki mengajak masyarakat untuk lebih memperhatikan kebersihan wilayah masing-masing.(hen)
Kemenag, Baznas, dan BPJS Ketenagakerjaan beri perlindungan JKK dan JKM bagi dai 3T di Riau…
Pemko Pekanbaru targetkan 5.000 warga ikuti Petang Belimau, lepas 10.000 bibit patin di Sungai Siak…
Pemuda Padel resmi hadir di Pekanbaru dengan lima lapangan standar internasional dan program latihan bersama…
JNE rayakan Imlek 2577 dengan barongsai, bagi angpau, dan promo ongkir hingga 77 persen, termasuk…
Honda Bikers Fun Motour Camp 2026 di Kampar diikuti 100 bikers Hobiku, padukan touring, camping,…
BPJS Kesehatan keluarkan Rp50,2 triliun untuk 59,9 juta kasus penyakit kronis sepanjang 2025, jantung tertinggi.