Categories: Bengkalis

Bujang-Dara Ikon Promosi Pariwisata

BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Potensi pariwisata di Kabupaten Bengkalis yang sangat banyak, hendaknya menjadi daya tarik para wisatawan untuk datang. Makanya tugas yang harus diemban oleh peserta Bujang dan Dara Bengkalis, hendaknya aktif mempromosikan potensi tersebut.

“Sebagai generasi muda pilihan, Bujang dan Dara memiliki peran strategis dalam membangun daerah, khususnya di sektor pariwisata dan budaya,” ujar Bupati Bengkalis Kasmarni usai membuka Grand Final Pemilihan Bujang Dara Kabupaten Bengkalis 2024, Senin (15/7).

Ia menyebutkan, dengan kemampuan dan intelektual yang dimiliki Bujang dan Dara, tentunya akan semakin mudah dalam mempromosikan potensi pariwisata dan budaya yang ada di Negeri Junjungan. “Sehingga kedepannya pariwisata dan budaya kita akan semakin dikenal masyarakat luas, dan tentunya membuat para wisatawan tertarik berkunjung ke daerah ini,” harap bupati.

Sebagai duta wisata dan budaya, selain memiliki wawasan yang tinggi, bupati berharap para Bujang dan Dara dituntut memiliki kepribadian yang mencerminkan sikap sebagai bagian dari masyarakat Melayu Kabupaten Bengkalis.

“Artinya, selain menjadi ikon bagi pemuda dan pemudi yang berbudaya bahasa baik, memiliki paras molek dan gagah, tugas adinda kedepannya juga diharapkan mampu menyebarkan pesan-pesan positif dari budaya Melayu,” ujar bupati.

Bupati menyampaikan, selain ajang mempersiapkan duta wisata budaya daerah, kegiatan Bujang dan Dara yang rutin dilaksanakan tiap tahun juga merupakan upaya Pemkab Bengkalis menciptakan para pelopor pembangunan generasi muda.

“Salah satunya ikut berpartisipasi membentengi generasi muda dari pengaruh negatif, seperti kenakalan remaja, narkoba dan LGBT. Termasuk memberikan contoh yang baik dalam penggunaan media sosial, dengan tidak menyebarkan berita hoaks dan ucapan kebencian,” harapnya.

Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bengkalis Edi Sakura menyampaikan, Bujang dan Dara yang ikut dalam pemilihan selain merupakan duta masing-masing kecamatan tetapi juga perwakilan umum.

“Sebanyak 15 pasang Bujang dan Dara telah resmi mengikuti karantina intensif yang berlangsung dari 13 hingga 15 Juli 2024. Mereka terdiri dari 11 pasang utusan masing-masing kecamatan dan 4 pasang dari masyarakat umum,” jelasnya.(ksm)

Redaksi

Share
Published by
Redaksi

Recent Posts

Meriah! Festival Perang Air Selatpanjang Digelar 17–22 Februari, Resmi Masuk KEN 2026

Festival Perang Air Meranti kembali digelar 17–22 Februari 2026. Tradisi budaya ini resmi masuk Karisma…

13 jam ago

Pria 46 Tahun di Inhu Diamankan Polisi, Diduga Cabuli Anak Tiri yang Masih Balita

Polisi Inhu mengamankan pria 46 tahun yang diduga melakukan kekerasan seksual terhadap anak tiri berusia…

16 jam ago

Pustu Tak Layak, Warga Desa Patah Parang Terpaksa Melahirkan di Kantor Desa

Bangunan Pustu rusak parah membuat warga Desa Patah Parang terpaksa melahirkan di kantor desa. Perbaikan…

16 jam ago

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

Daftar Produk dan Harga ASICS Sonicblast di Blibli

1 hari ago

Pastikan UMK 2026 Dipatuhi, Pemko Pekanbaru Sidak Hotel dan Rumah Sakit

Disnaker Pekanbaru memperketat pengawasan UMK 2026 dengan menyidak hotel dan rumah sakit untuk memastikan gaji…

3 hari ago

Jelang Riau Pos Fun Bike 2026, Peserta Perorangan Tunjukkan Antusiasme Tinggi

Menjelang Riau Pos Fun Bike 2026, antusiasme peserta perorangan terus meningkat. Iven gowes massal ini…

3 hari ago