Penumpang antre saat akan masuk ke kapal ro-ro di Dermaga Ro-Ro Air Putih Bengkalis, akhir pekan lalu. Tak hanya penumpang, antrean panjang juga terjadi pada kendaraan bermotor. Abu Kasim/Riau Pos
BENGKALIS (RIAUPOS.CO) – Jumlah penumpang kapal penyeberangan ro-ro Bengkalis membeludak pada akhir pekan lalu. Lonjakan ini dipicu pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Bengkalis yang digelar di Kecamatan Bandar Laksamana.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejak Jumat (12/12) ratusan penumpang tampak mengantre berjalan kaki untuk masuk ke kapal ro-ro, baik menuju Sungai Pakning maupun sebaliknya. Sebagian besar penumpang diketahui merupakan peserta pawai MTQ.
Hingga Ahad (14/12) sore, kondisi antrean di Dermaga Ro-Ro Air Putih Bengkalis masih terpantau sangat padat. Bahkan, sejumlah penumpang yang telah mengantre sejak pagi hari belum juga bisa diseberangkan hingga sore.
“Sejak pagi antre sampai sekarang belum juga bisa bergerak. Kemungkinan tidak bisa menyeberang malam ini, karena sekarang saja baru jalur dua yang lewat, sementara mobil kami di jalur lima,” ujar Zamhir, penumpang yang hendak pulang ke Pekanbaru, Ahad sore.
Kondisi ini semakin diperparah karena hanya satu kapal yang beroperasi melayani penyeberangan Bengkalis–Sungai Pakning. Kapal KMP Mutiara Pertiwi II saat ini tidak dapat beroperasi akibat mengalami kerusakan mesin.
Kepala Bidang Pelayaran Dinas Perhubungan (Dishub) Bengkalis, Edi Kurniawan, mengatakan kendala utama perbaikan adalah tidak tersedianya peralatan di Riau, sehingga harus dipesan dari Jakarta.
“Untuk sementara, kapal yang masih beroperasi hanya satu unit, yakni KMP Swarna Putri,” jelas Edi.
Ia menambahkan, pihak teknisi menyebutkan perbaikan darurat dapat dilakukan dengan metode pengelasan sementara pada bagian yang rusak. Namun langkah tersebut bersifat sementara.
“Jika pengelasan darurat ini bisa diselesaikan dengan cepat, KMP Mutiara Pertiwi II akan kembali melayani penyeberangan Bengkalis–Sungai Pakning,” ujarnya.
Edi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas terganggunya pelayanan penyeberangan. Ia mengimbau pengguna jasa tetap tertib mengikuti antrean agar tidak terjadi kesalahpahaman dengan petugas pelabuhan.
“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan ini dan mengimbau masyarakat untuk tetap tertib mengikuti antrean,” tutupnya.(ksm)
Hilal belum terlihat, Arab Saudi tetapkan Syawal Jumat 20 April 2026
Aksi penjambretan uang santunan anak yatim di Pekanbaru viral. Pelaku berpura-pura bertanya sebelum merampas amplop…
Pemko Pekanbaru mempercepat perbaikan jalan rusak jelang Idulfitri. Jalan Teluk Leok ditargetkan bisa dilalui aman…
Pemko Pekanbaru salurkan insentif Ramadan kepada 2.401 guru. Guru honor komite dapat tambahan hingga Rp600…
SPBU di Bantan, Bengkalis batasi pembelian BBM subsidi maksimal Rp200 ribu. Kebijakan ini menuai keluhan…
Sebanyak 38 peserta lolos seleksi administrasi calon anggota KI Riau 2026–2029 dan berhak mengikuti tes…